Kesbangpol Jawa tengah ajak BNN Jateng dan Forum Anak di Jateng Fair 2026: Wujudkan Generasi SMART dan BERSINAR

SEMARANG – Stand Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah di Jateng Fair 2026, PRPP Semarang, kembali menjadi panggung edukasi kebangsaan yang bermakna. Sesi podcast “Ngolabor: Ngopeni Nglakoni Bareng Ormas” kali ini mengangkat tema “Anak Jateng SMART dan BERSINAR: Sehat, Maju, Aktif, Responsif, dan Tangguh – Bersih Narkoba”, menghadirkan dua narasumber sekaligus, yakni Pristiwanto Nugroho selaku Penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, serta Cahaya Rahidhatul Aisyah, Koordinator Wilayah Kota Semarang Forum Anak Provinsi Jawa Tengah.

Kehadiran dua narasumber dengan latar berbeda — institusi negara dan perwakilan anak muda — menjadikan sesi ini semakin kaya perspektif. BNN hadir membawa data dan pengalaman lapangan dalam penanggulangan narkoba, sementara Forum Anak mewakili suara dan sudut pandang langsung dari kalangan anak dan remaja yang menjadi garda terdepan pencegahan.

Pristiwanto Nugroho memaparkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi anak dan remaja Jawa Tengah saat ini terkait penyalahgunaan narkoba semakin kompleks di era digital. Modus penyebaran narkoba terus berevolusi, dengan pendekatan yang semakin tersembunyi dan memanfaatkan platform digital sebagai jalur distribusi maupun rekrutmen korban baru. Ia menegaskan bahwa ketahanan diri adalah senjata utama generasi muda dalam menghadapi ancaman ini.

“Di era digital, narkoba tidak lagi hanya dijual di sudut-sudut gelap. Ia bisa masuk lewat layar ponsel anak-anak kita. Karena itu literasi digital dan ketahanan diri harus dibangun sejak dini.” — Pristiwanto Nugroho, Penyuluh BNN Prov. Jawa Tengah

Dari sisi Forum Anak, Cahaya Rahidhatul Aisyah menekankan pentingnya keberanian anak untuk menyuarakan pendapat dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan atau masalah. Menurutnya, banyak anak yang terjebak penyalahgunaan narkoba justru karena tidak memiliki ruang aman untuk berbicara dan merasa terisolasi. Forum Anak hadir untuk memastikan setiap anak memiliki wadah untuk bersuara dan saling menguatkan.

“Teman sebaya punya kekuatan luar biasa. Satu anak yang berani berkata tidak pada narkoba bisa memengaruhi puluhan temannya untuk melakukan hal yang sama.” — Cahaya Rahidhatul Aisyah, Koordinator Wilayah Kota Semarang Forum Anak Prov. Jateng

BNN juga mengidentifikasi karakter dan keterampilan yang paling dibutuhkan anak agar tidak mudah terpengaruh narkoba: kemampuan menolak tekanan teman sebaya, kepercayaan diri yang kuat, kepekaan terhadap risiko, serta keterbukaan untuk mencari pertolongan dari orang dewasa yang dipercaya. Jika seorang anak menemukan atau mencurigai adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, BNN merekomendasikan untuk segera melapor melalui jalur aman tanpa perlu menghadapi situasi tersebut secara langsung.

Sementara itu, Forum Anak mendorong setiap anak untuk mulai membangun ketahanan diri dari langkah-langkah sederhana: mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif, memperkuat ikatan dengan keluarga dan teman yang memberi dampak baik, serta aktif menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing. Cahaya mengungkapkan, jika Forum Anak diberi kesempatan mengajak seluruh anak Jawa Tengah melakukan satu aksi nyata, mereka akan mendorong gerakan anak sebagai pelopor sekaligus pelapor anti-narkoba di sekolah dan komunitas masing-masing.

Podcast ini ditutup dengan dua kesimpulan yang kuat: pertama, komitmen bersama bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak dini melalui edukasi, penguatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta keterlibatan aktif anak sebagai pelopor dan pelapor. Kedua, sinergi seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba, sehingga terwujud generasi anak Jawa Tengah yang SMART serta BERSINAR sebagai fondasi menuju masa depan Jawa Tengah yang lebih berkualitas.

“Anak Jawa Tengah harus SMART: Sehat, Maju, Aktif, Responsif, dan Tangguh. Dan BERSINAR: Bersih dari Narkoba. Ini bukan slogan, ini komitmen kita bersama.” — Pristiwanto Nugroho & Cahaya Rahidhatul Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *