Matarakyat24.com, Jakarta – Sekolah memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui penguatan pendidikan yang terintegrasi dengan pemenuhan gizi. Gagasan tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk “Sekolah sebagai Benteng Pertahanan SDM: Mengintegrasikan Gizi dan Pendidikan untuk Kedaulatan Bangsa” yang menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, S.E., S.Sos., M.Si., M.M., Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Dr. Gunalan A.P., M.Si., serta Dosen STKIP Melawi Ahmad Khoiri, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Jefry Romdonny menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul harus dimulai dari pemenuhan gizi anak yang menjadi fondasi utama keberhasilan pendidikan. Menurutnya, anak yang sehat akan lebih siap mengikuti pembelajaran, memiliki tingkat kehadiran yang lebih baik, serta mampu mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan sarana fisik sekolah. Prioritas utama harus diawali dengan pemenuhan gizi, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kualitas guru, proses pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, serta pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
Mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara, Jefry menilai pendidikan merupakan proses memerdekakan manusia agar mampu membangun bangsanya. Karena itu, investasi pada gizi dan pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi, Dr. Gunalan A.P., menambahkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun karakter dan kebiasaan hidup sehat. Ia menyoroti masih banyaknya anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan, sehingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus membentuk pola konsumsi pangan bergizi seimbang.
Sementara itu, Ahmad Khoiri menekankan bahwa keberhasilan integrasi gizi dan pendidikan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga keluarga. Menurutnya, sekolah merupakan tempat paling efektif untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif yang akan menjadi kekuatan bangsa di masa depan.












