Cegah Stunting, Obon Tabroni Dorong Sinergi Industri dan Pemerintah di Karawang

KARAWANG — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karawang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI H. Obon Tabroni dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2026).

Obon mengatakan, besarnya jumlah penduduk Indonesia dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia. Sebaliknya, jumlah penduduk yang besar dapat menjadi tantangan apabila tidak disertai pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, pendidikan, dan kesejahteraan.

Menurut dia, persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan bersama. Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar juga menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Jangan sampai Karawang yang disebut kawasan industri justru hanya mendapatkan polusi udara, sementara masyarakat di sekitarnya tidak merasakan kesejahteraan yang sepadan,” kata Obon.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga terkait menjadi penting agar pertumbuhan kawasan industri memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam konteks kesehatan, Obon menekankan bahwa pembangunan fasilitas layanan kesehatan perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai gizi dan pola hidup sehat. Menurutnya, pembangunan rumah sakit saja tidak cukup apabila persoalan gizi di tingkat keluarga dan sekolah belum tertangani.

Karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dimensi penting dalam mendukung perbaikan gizi sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

Obon menceritakan adanya perubahan perilaku makan anak setelah program tersebut berjalan. Anak-anak yang sebelumnya enggan mengonsumsi sayuran mulai terbiasa menyantap menu tersebut setelah mendapatkan makanan secara rutin di sekolah.

Menurutnya, perubahan sederhana itu menunjukkan bahwa kebiasaan makan sehat dapat dibentuk sejak usia sekolah melalui pendekatan yang konsisten.

Lebih dari itu, program makan bersama juga memiliki dimensi sosial. Anak-anak dari keluarga berbeda dapat menikmati menu yang sama sehingga tidak muncul perbedaan mencolok dalam keseharian mereka di sekolah.

Obon menilai kesetaraan semacam itu penting bagi pembentukan kepercayaan diri anak. Ketimpangan yang terus terlihat sejak usia dini, kata dia, berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial anak.

“Ketika setiap hari mereka makan bersama dengan menu yang sama, tanpa perbedaan, maka nilai kesetaraan dan solidaritas tumbuh alami di antara mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial. Perbaikan gizi, kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga harus berjalan secara bersamaan.

Karawang, menurut Obon, memiliki peluang besar untuk menjadi contoh daerah yang mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas manusia. Untuk mewujudkannya, seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja secara bersama dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *