Antispasi Narkoba dan Kenakalan Anak Remaja, Nagari Batu Taba gelar festival Babaliak Ka Surau

Tanahdatar, Matarakyat 24.com — Antispasi dari narkoba dan kenakalan anak remaja, Walinagari Destriyanto S.Sos gelar festival Muharram 2026 dengan mengusung tema “Babaliak Ka Surau” di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Jumat, (10 juli 2026).

Kagiatan di bulan Muharram 1448 Hijriah adalah suatu langkah yang sangat strategis untuk mengajak kalangan anak remaja kembali ke surau (mushalla). Tujuan  festival Muharram 2026 untuk mengembangkan potensi anak nagari agar terhidar dari narkoba dan kenakalan remaja.

Sebagaimana ini salah satu momen untuk memperkuat silahturahmi dalam bernagari dan juga  untuk kembali menghidupi fungsi surau dalam belajar agama seperti mengaji, sholat, khotbah dan fiqih dan belajar adat istiadat, pidato, jadi panghulu. Bukan hanya itu, di surau nagari batu taba juga mengajarkan beladiri seperti silek, ilmu kesehatan dan cara bermasyarakat, bermusyawarah hingga menyelesaikan masalah.

Camat Batipuh Selatan Edward, S.K.M., M.K.M. dalam pembukaan mengucapkan, selamat dan sukses selalu untuk nagari batu taba, semoga adanya kegiatan festival Muharram 2026  menambah mempererat lagi silahturami antara masyarakat dan masyarakat semakin kompak untuk kedepanya. Dengan tema Babaliak Ka Surau sangat menghidupakan kembali nilai-nilai agama serta melestarikan tradisi dan budaya lokal ditengah masyarakat, tentu ini suatu langkah yang sangat menekan marak terjadinya narkoba dan kenakalan remaja.

Sementara itu, Destriyanto menyampaikan, tujuan yang paling awal hari ini untuk memperkuat silahturahmi bernagari dan maka dari itu kita melaksanakan kegiatan ini. Gimana melalui acara ini kita dapat berkumpul dengan seluruh masyarakat nagari batu taba, maka dari itu mari kita doakan semoga di hari esok semakin ramai lagi untuk hadir pada acara ini.

“Festival Muharram 2026 adalah wadah-wadah bagi anak-anak kita, keponakan kita dan adik-adik kita. Bagi generasi muda hari paling kita kwatirkan dari dalam maupun dari luar nagari, kuatnya pengaruh terkait dengan narkoba ataupun kenakalan remaja, maka dari itu kegiatan ini sengaja kita adakan karena surau ajangnya tempat berkumpul agar potensi dan kreasi remaja bisa di tampilkan di surau ini. Dengan berkumpulnya anak-anak kita secara tidak lansung kita selalu bisa mengawasi, kalau kita biarkan bebas berkeliaran tentu kita tidak bisa mengawasinya,” lanjut Destriyanto.

Kegiatan berlansung dari tanggal 9 sampai 12  ini juga mengadakan beberapa event Pidato adat Pildacil yang diadakan jumat 10 juli, penyelenggaraan jenazah hari sabtu 11 juli, MTQ Nasyid kamis 9 juli, Liga Santri 10-11  dan Tablig Akbar Minggu 12 juli di mushola Nur Imam. kurikulum surau ini bisa diterapkan  TPA dan sekolah yang ada di nagari batu taba. (HERI)

 

Penulis: HeriEditor: Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *