Duta Damai BNPT Edukasi Bahaya Ekstremisme di Stan Kesbangpol Jateng pada Jateng Fair 2026

SEMARANG – Rangkaian podcast di stand Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah pada Jateng Fair 2026 kembali menghadirkan narasumber berkapasitas pada Rabu, 1 Juli 2026. Kali ini, giliran Eno, perwakilan Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jawa Tengah, hadir membawakan tema “Jateng Bebas Paham Ekstremisme”.

Duta Damai merupakan unit khusus di bawah BNPT RI yang secara spesifik menyasar generasi muda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham ekstrem. Berbeda dengan pendekatan penegakan hukum, Duta Damai bergerak pada ranah ideologi dan pencegahan, dengan metode utama berupa edukasi nilai-nilai perdamaian, pembuatan konten positif, serta kolaborasi aktif dengan universitas, sekolah, dan komunitas mahasiswa di seluruh Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan bahwa struktur kerja Duta Damai melibatkan cabang-cabang regional, termasuk Jawa Tengah yang aktif berkoordinasi dengan Kedeputian Pencegahan Terorisme (KPT) BNPT untuk penanganan kasus yang melibatkan individu dewasa. Sementara intervensi terhadap kalangan remaja dan generasi muda menjadi fokus utama Duta Damai, kasus dewasa ditangani langsung oleh KPT atau BNPT. Pembagian peran ini memastikan pendekatan yang tepat sasaran sesuai kelompok usia yang terdampak.

“Kami tidak hadir untuk menindak, tapi untuk mendidik. Duta Damai percaya bahwa cara paling efektif melawan ekstremisme adalah dengan membangun generasi muda yang kuat secara ideologi, melek literasi, dan mencintai perdamaian.” — Eko, Duta Damai BNPT Jawa Tengah

Eko juga berbagi pengalaman lapangan dari beberapa insiden nyata yang pernah ditangani, termasuk kasus gangguan terhadap kegiatan ibadah dan pembubaran diskusi kelompok agama di Solo. Dalam kasus-kasus tersebut, tim Duta Damai tidak terjun saat konflik berlangsung, melainkan datang setelah situasi mereda. Mereka menemui semua pihak yang terlibat — baik yang terdampak, yang memicu, maupun para pemangku kepentingan lokal — untuk memetakan akar penyebab insiden secara menyeluruh. Hasil dari intervensi tersebut terbukti positif.

Kelompok-kelompok yang sempat terdampak konflik mulai kembali aktif dan berbaur dalam kegiatan bersama, menunjukkan adanya pemulihan sosial yang nyata di lapangan. Pendekatan dialog dan mediasi yang dipilih Duta Damai dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan konfrontatif.

Menariknya, Eko juga memaparkan analisis mendalam tentang akar penyebab konflik horizontal di masyarakat. Menurutnya, sumber utama persoalan adalah ketidakmampuan sebagian kelompok untuk memisahkan nilai kebajikan universal dari identitas kelompok mereka sendiri, baik itu identitas agama, suku, maupun budaya. Ketika suatu kelompok merasa bahwa nilai kebajikan adalah milik eksklusif mereka, sikap agresif terhadap kelompok lain yang dianggap berbeda pun rentan muncul.

“Masalahnya bukan pada identitas itu sendiri, tapi ketika seseorang merasa kelompoknya yang paling berhak atas nilai-nilai kebaikan. Padahal, nilai kebajikan itu universal dan milik semua manusia.” — Eko, Duta Damai BNPT Jawa Tengah Sebagai solusi, Eko menekankan pentingnya menegaskan pemisahan antara hak individu dan nilai kebajikan universal.

Dengan kesadaran itu, tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama atau kelompok dapat diintervensi tanpa harus menghakimi identitas seseorang secara keseluruhan — sebuah pendekatan yang lebih manusiawi dan efektif dalam mencegah eskalasi konflik. Harapan terbesar Duta Damai BNPT Jawa Tengah adalah meningkatnya kemampuan masyarakat untuk membedakan antara hak individu dan norma kebajikan bersama.

Eko meyakini bahwa jika literasi toleransi masyarakat meningkat khususnya di kalangan anak muda potensi konflik akan berkurang dan proses penyelesaian konflik pun akan berjalan jauh lebih cepat dan damai.

Kehadiran Duta Damai BNPT dalam rangkaian podcast Kesbangpol di Jateng Fair 2026 melengkapi gambaran besar upaya pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga Jawa Tengah tetap kondusif, damai, dan bebas dari pengaruh paham ekstremisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *