Jakarta, 9 Agustus 2026 — Meicha Lee disebut harus menjalani pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) setelah menghadapi persoalan yang diduga berkaitan dengan pelayanan medis di Dermakeys Clinic.
Pemeriksaan tersebut disebut dilakukan karena persoalan yang dialami Meicha di Dermakeys Clinic memberikan tekanan terhadap kondisi psikologisnya. Bahkan, Meicha disebut telah berulang kali mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan penanganan profesional.
Adanya pemeriksaan tersebut juga diperkuat dengan dokumen pelayanan kesehatan yang mencantumkan konsultasi Meicha dengan dokter spesialis kedokteran jiwa. Dokumen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Meicha mendapatkan penanganan medis terkait kondisi psikologisnya.
Pihak yang mendampingi Meicha menjelaskan bahwa pemeriksaan ke psikiater tersebut berkaitan dengan dampak yang dirasakan setelah menghadapi persoalan di Dermakeys Clinic.
“Meicha diperiksa dan berkonsultasi dengan psikiater karena tekanan psikologis yang dialaminya setelah menghadapi persoalan di Dermakeys Clinic. Pemeriksaan tersebut sudah dilakukan beberapa kali,” ujar pihak pendamping Meicha.
Menurut pihak pendamping, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Meicha tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga telah memberikan dampak terhadap kondisi psikologisnya.
Sebelumnya, Meicha Lee juga pernah menjadi perhatian publik setelah mengungkap pengalamannya terkait filler payudara yang disebut bermasalah. Pengalaman tersebut pernah diberitakan Wolipop/detik pada 2021. Namun, pemeriksaan psikiater yang dilakukan saat ini disebut berkaitan dengan persoalan yang dihadapi Meicha di Dermakeys Clinic, bukan semata-mata karena pengalaman filler sebelumnya.
Pihak Meicha berharap persoalan yang diduga terjadi di Dermakeys Clinic dapat ditangani secara objektif dan transparan. Ia juga berharap kondisi psikologisnya menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Untuk kepentingan jurnalistik, istilah “dugaan malapraktik” digunakan sepanjang belum terdapat hasil pemeriksaan atau keputusan resmi yang menyatakan telah terjadi malapraktik.












