Kepemimpinan Perempuan Perkuat Demokrasi yang Inklusif

Matarakyat24.com – Keterwakilan perempuan dalam politik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kuota, tetapi menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan berkualitas. Hal itu disampaikan Sekretaris Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Teuku Harza Mauludi, S.I.P., M.P.P., dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang diselenggarakan KPU, Sabtu (1/8/2026).

Dalam pemaparannya, Teuku mengajak peserta merefleksikan bagaimana masyarakat masih sering mengidentikkan sosok pemimpin politik dengan laki-laki. Menurutnya, pandangan tersebut lahir dari konstruksi sosial yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

“Menjadi pemimpin bukan ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh kemampuan, integritas, pengalaman, dan kemauan untuk membawa perubahan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini keterwakilan perempuan di DPR RI memang mengalami peningkatan, namun masih belum mencapai target afirmasi sebesar 30 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan masih perlu terus diperluas.

Teuku menegaskan, kehadiran perempuan dalam ruang politik sangat penting karena mampu menghadirkan perspektif yang berbeda dalam penyusunan kebijakan publik. Berbagai isu seperti perlindungan perempuan dan anak, kesehatan ibu, pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga akan lebih mendapat perhatian apabila perempuan turut terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa politik bukan hanya tentang pemilu atau jabatan publik. Politik hadir dalam setiap kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, infrastruktur, hingga pelayanan publik.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki peluang menjadi pemimpin. Kepemimpinan dapat dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas, organisasi, hingga masyarakat luas.

Mengakhiri paparannya, Teuku mengajak perempuan, khususnya generasi muda, agar berani mengambil peran, aktif dalam organisasi, membangun jejaring, serta tidak takut menyampaikan aspirasi di ruang publik.

“Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil. Jangan menunggu sempurna untuk mulai memimpin,” pesannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *