Warisan Leluhur Tampil Memikat, Ikatan Paritrana Semarakkan Stan Kesbangpol Jateng Fair 2026

SEMARANG — Stan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menghadirkan nuansa berbeda pada hari kelima Jateng Fair 2026 di kompleks PRPP Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). Berkolaborasi dengan Ikatan Paritrana Indonesia, stan tersebut disulap menjadi ruang promosi budaya sekaligus pusat kegiatan sosial kemasyarakatan melalui rangkaian program bertajuk “Ngolabor” (Ngopeni Nglakoni Bareng Ormas).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–21.00 WIB itu menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, mulai dari pameran budaya, layanan kesehatan tradisional, hingga podcast bertema pelestarian kearifan lokal. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Perwakilan Ikatan Paritrana Indonesia, Ki Wisanggeni, mengatakan keikutsertaan organisasinya dalam Jateng Fair bertujuan mengenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya Jawa Tengah di tengah perkembangan zaman.

“Kami berkolaborasi mengisi kegiatan di stan Kesbangpol agar masyarakat dapat melihat secara langsung peran organisasi kemasyarakatan. Momentum ini juga kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, lebih mengenal dan melestarikan nilai-nilai budaya leluhur,” ujar Ki Wisanggeni.

Selain menghadirkan dialog budaya melalui podcast, stan Ikatan Paritrana Indonesia juga menampilkan beragam produk dan benda bernilai tradisional. Pengunjung dapat melihat koleksi keris, batu akik, minyak gosok herbal, minuman rempah, hingga ramuan perendam kaki yang diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Sri, salah seorang perwakilan Ikatan Paritrana Indonesia, mengatakan produk-produk yang dipamerkan tidak semata-mata ditujukan untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi media edukasi budaya kepada masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya. Alhamdulillah pengunjung cukup antusias dan sebagian produk juga terjual. Harapan kami, kegiatan seperti ini semakin sering dihadirkan agar masyarakat semakin dekat dengan budaya daerah,” katanya.

Ikatan Paritrana Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai organisasi yang bergerak dalam pelestarian budaya dan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi ini berdiri pada 1990 dengan nama Ikatan Paranormal Indonesia di bawah pembinaan Kementerian Dalam Negeri, kemudian pada 2022 bertransformasi menjadi Ikatan Paritrana Indonesia.

Menurut Ki Wisanggeni, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Harapan kami, semangat mencintai budaya asli Jawa Tengah dapat tumbuh di kalangan anak muda. Dengan mengenal warisan leluhur, mereka memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikannya. Jika tidak dirawat sejak sekarang, warisan budaya yang kita miliki berpotensi hilang atau bahkan diklaim oleh pihak lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara filosofis nama Paritrana bermakna tolong-menolong, yang menjadi landasan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *