Matarakyat24.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menyediakan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan karakter, peningkatan kualitas kesehatan, serta kesiapan belajar anak Indonesia.
Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan A.P., M.Si, menyampaikan hal tersebut dalam webinar bertema “Sekolah sebagai Benteng Pertahanan SDM: Mengintegrasikan Gizi dan Pendidikan untuk Kedaulatan Bangsa” yang berlangsung secara daring, Kamis (23/7/2026).
Menurut Gunalan, gizi dan pendidikan merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun sumber daya manusia unggul. Ia menjelaskan anak yang datang ke sekolah tanpa asupan gizi yang cukup berisiko mengalami penurunan konsentrasi, rendah energi, dan kesulitan mengikuti proses pembelajaran.
“Pemerintah hadir melalui Program Makan Bergizi Gratis agar setiap anak memiliki kesempatan belajar dalam kondisi sehat dan siap menerima pelajaran,” ujarnya. Gunalan memperkenalkan konsep integrasi “Piring, Kelas, dan Karakter” sebagai pendekatan utama dalam pelaksanaan MBG.
Melalui konsep tersebut, peserta didik memperoleh makanan bergizi sesuai kebutuhan, edukasi mengenai pola makan sehat, serta pembentukan karakter melalui pembiasaan disiplin, kebersihan, tanggung jawab, dan kepedulian.
Ia juga menegaskan bahwa literasi gizi perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari perubahan perilaku peserta didik dalam memilih makanan sehat.
Gunalan mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai testimoni, banyak anak mulai meminta orang tua menyediakan menu bergizi seperti yang mereka peroleh di sekolah. “Ini menunjukkan bahwa program MBG mulai membentuk perilaku sehat yang berlanjut di lingkungan keluarga,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa MBG turut memperkecil kesenjangan nutrisi, meningkatkan kesiapan belajar, sekaligus memperluas kesempatan anak meraih masa depan yang lebih baik.
Selain berdampak pada peserta didik, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM melalui penguatan rantai pasok bahan pangan.
Gunalan menegaskan keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan media agar tujuan membangun generasi sehat dan berkualitas dapat tercapai.***












