MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Merespons keluhan petani kelapa sawit terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dinilai tidak wajar, Bupati Dharmasraya, Annisa, mengambil langkah tegas. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik kelapa sawit di wilayahnya, Kamis (29/05/26).
Sidak ini merupakan respons langsung atas kegelisahan petani setelah harga TBS merosot tajam dalam waktu singkat. Berdasarkan data yang dipegang pemerintah daerah, harga TBS yang semula berada di angka Rp3.420 per kilogram pada 20 Mei lalu, anjlok drastis ke level Rp2.700 per kilogram.
Di hadapan manajemen pabrik, Bupati Annisa menyoroti ketimpangan yang mencolok antara harga beli di tingkat petani dengan stabilitas harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia.
“Ada indikasi permainan harga di sini. Penurunannya terlalu drastis, sementara harga CPO hanya terkoreksi sedikit. Kondisi ini tidak sesuai dengan tren biasanya,” tegas Bupati Annisa di sela-sela sidak.
Bupati menegaskan, pihak pabrik tidak memiliki alasan kuat untuk menekan harga petani secara sepihak. Ia menekankan, jika harga tender KPBN kembali menunjukkan tren kenaikan, maka pabrik wajib mengikuti mekanisme tersebut dan segera menyesuaikan harga beli petani.
Langkah berani orang nomor satu di Dharmasraya ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda. Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya, Indra Gunawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa imbauan kepala daerah adalah instruksi yang mengikat dan wajib dipatuhi.
“Ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Penurunan harga sepihak ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memicu inflasi tinggi. Kami hadir di sini untuk memastikan kesejahteraan masyarakat bawah terlindungi,” ujar Indra.
Senada dengan itu, Wakapolres Dharmasraya, Kompol M. Rizky Cholid, menyatakan kepolisian akan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional pabrik-pabrik sawit. “Jika terdeteksi adanya indikasi manipulasi harga atau pelanggaran hukum lainnya, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menutup rangkaian sidak tersebut, Bupati Annisa melayangkan peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan dan pemilik pabrik kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya. Ia mendesak agar tidak ada pihak yang mencoba mencari keuntungan di atas penderitaan petani.
“Tolong semua stakeholder, termasuk pabrik kelapa sawit, saya mengimbau jangan berspekulasi dengan harga petani. Mari kita ciptakan keadilan ekonomi,” tutup Bupati Annisa.
Aksi cepat tanggap Pemkab Dharmasraya ini menjadi angin segar bagi para petani sawit yang selama ini merasa dirugikan oleh fluktuasi harga yang tidak transparan. Kini, masyarakat menunggu komitmen pabrik untuk mengembalikan harga ke level yang lebih adil












