Transformasi Digital Pendidikan Perlu Didukung Gizi Berkualitas untuk Mewujudkan Generasi Unggul

Matarakyat24.com, Jakarta, 15 Juli 2026 – Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus didukung oleh pemenuhan gizi yang memadai agar mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan: Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Aman di Era Digital” yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (15/7).

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam Sayidina, menegaskan bahwa kualitas pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi gizi anak. Menurutnya, kecukupan gizi menjadi fondasi utama bagi perkembangan otak, kemampuan berpikir, daya konsentrasi, serta prestasi belajar peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa masih tingginya angka stunting, anemia, dan kekurangan gizi mikro di Indonesia menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Anak-anak yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar atau mengalami kekurangan gizi akan sulit mengikuti proses pembelajaran secara optimal meskipun didukung fasilitas pendidikan yang memadai.

Rachel menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu solusi strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga meningkatkan kehadiran, konsentrasi, serta prestasi belajar siswa.

Menurutnya, MBG juga berperan mengurangi kesenjangan pendidikan antara anak dari keluarga mampu dan keluarga kurang mampu melalui pemerataan akses terhadap makanan bergizi.

Dalam kesempatan tersebut, Rachel turut mengapresiasi sinergi antara Komisi I DPR RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperluas sosialisasi Program MBG melalui berbagai platform digital. Pemanfaatan media digital dinilai penting untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menangkal hoaks mengenai pelaksanaan program tersebut.

“Generasi yang sehat dan cerdas merupakan modal utama bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Melalui webinar ini diharapkan semakin tumbuh pemahaman masyarakat bahwa investasi pada gizi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *