Matarakyat24.com — Jurnalis sekaligus News Anchor Nusantara TV (NTV), Muhammad Irsal, S.Sos., menegaskan bahwa media massa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat, pengawasan terhadap jalannya kekuasaan, serta pendidikan politik bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang diselenggarakan KPU pada Sabtu (1/8/2026).
Mengawali pemaparannya, Irsal membagikan pengalaman saat meliput Debat Pertama Calon Presiden pada Pilpres 2024. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan betapa pentingnya profesionalisme media dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi politik yang benar dan berimbang.
Ia menjelaskan bahwa jurnalis memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai pengawas kekuasaan (check and balances), penyedia informasi yang akurat, pendidik politik bagi masyarakat, serta wadah penyampaian aspirasi publik kepada para pengambil kebijakan.
Dalam penyelenggaraan pemilu, media juga berfungsi memberikan informasi mengenai tahapan pemilu, profil dan visi-misi kandidat, sekaligus melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran seperti politik uang maupun manipulasi suara.
Selain itu, media memiliki tanggung jawab menghadirkan analisis yang objektif sehingga masyarakat dapat menilai kualitas setiap kandidat secara rasional sebelum menentukan pilihan politiknya.
Irsal menegaskan bahwa keberhasilan demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu dan media, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan hak pilih, melakukan pengawasan sosial, serta menjaga toleransi di tengah perbedaan pilihan politik.
Ia menutup pemaparannya dengan mengajak insan pers dan masyarakat terus bersinergi menjaga demokrasi Indonesia melalui penyebaran informasi yang kredibel, penguatan literasi politik, serta peningkatan partisipasi publik dalam setiap tahapan pemilu.
Menurutnya, pers yang independen dan masyarakat yang kritis merupakan fondasi utama bagi terwujudnya demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas.***












