Matarakyat24.com — Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dukungan teknologi digital, pengawasan yang kuat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pegiat Literasi Digital Didi, S.E., Ak., M.Ak., CA., AWM., Cert IFR., CRMO., AWP., dalam Webinar “Makan Gizi Gratis: Stimulus Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Nasional”.
Ia menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi, pendidikan, serta kesehatan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, data menunjukkan penurunan angka stunting nasional dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator positif penting yang harus terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan sumber daya manusia.
Didi mengatakan, Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, pedagang, hingga sektor transportasi dalam rantai pasok pangan nasional.
“Belanja pemerintah terhadap komoditas pangan lokal akan menghasilkan efek berganda yang meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi memiliki peran penting dalam pendataan penerima manfaat, pemantauan distribusi, transparansi anggaran, pelaporan publik, hingga evaluasi pelaksanaan program.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi digital masyarakat, mencegah penyebaran hoaks, dan memastikan informasi mengenai Program MBG tersampaikan secara benar.
Meski demikian, Didi mengingatkan bahwa sejumlah tantangan masih perlu diatasi, mulai dari pemerataan distribusi hingga wilayah terpencil, menjaga mutu pangan, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan koordinasi antarinstansi.
Sebagai langkah penguatan, ia merekomendasikan peningkatan digitalisasi, perluasan keterlibatan UMKM lokal, peningkatan transparansi, pengawasan yang lebih ketat, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menutup pemaparannya, Didi mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. “Generasi Sehat, Ekonomi Kuat, Indonesia Berdaulat,” tutupnya.***












