4.000 Benih Ikan Nila Ditebar, HMI Cabang Semarang dan Pemkot Tegaskan Komitmen Perikanan Berkelanjutan

SEMARANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perikanan menebar 4.000 benih ikan nila di Embung Kramas, Kelurahan Pedalangan, Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Sebanyak 4.000 benih ikan nila ditebar secara bertahap di embung yang selama ini menjadi salah satu lokasi pemancingan favorit masyarakat. Restocking tersebut diharapkan mampu menjaga populasi ikan di perairan umum sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.

Kegiatan penebaran benih disaksikan Ketua RT 04 Kelurahan Pedalangan, Muhammad Bakhron, serta melibatkan jajaran Dinas Perikanan Kota Semarang bersama Bidang Perikanan dan Kelautan HMI Cabang Semarang.

Program ini merupakan salah satu agenda Bidang Perikanan dan Kelautan HMI Cabang Semarang melalui program bertajuk “Zillenial”, yang berfokus pada pelestarian sumber daya perikanan melalui kegiatan restocking di embung maupun kolam yang dinilai memiliki potensi sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi masyarakat.

Penata Kelola Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan Kota Semarang, Indah Kurniasih Wahyusari, mengatakan bahwa kegiatan restocking memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan keberlanjutan keanekaragaman hayati.

“Restocking merupakan upaya penebaran benih ikan untuk menjaga populasi ikan di perairan demi keseimbangan ekosistem. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menebar benih ikan, tetapi juga menebar harapan agar keanekaragaman hayati tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Indah.

Menurutnya, ikan nila dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan, pertumbuhannya relatif cepat, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ikan nila dikenal tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan, mudah beradaptasi, dan pertumbuhannya cepat. Selain menjadi sumber protein hewani yang terjangkau, ikan ini juga memiliki nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan HMI Cabang Semarang, Raihan Akbar Samudera, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari gerakan konservasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Program ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara HMI Cabang Semarang, Dinas Perikanan Kota Semarang, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan gerakan konservasi perikanan yang berkelanjutan,” katanya.

Raihan menjelaskan, penebaran 4.000 benih ikan nila dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan di Embung Kramas sebagai kawasan perairan umum, sedangkan tahap kedua dijadwalkan pada September 2026 melalui penebaran 2.000 benih ikan nila di kolam budidaya yang akan dikembangkan sebagai teaching pond.

“Teaching pond nantinya diharapkan menjadi ruang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga manfaat program ini tidak berhenti pada penebaran benih semata, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di bidang perikanan,” ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Irsyad Khairan, berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang memanfaatkan Embung Kramas sebagai lokasi pemancingan maupun ruang aktivitas sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sebagai insan pengabdi, HMI ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga,” tutur Irsyad.

Melalui kolaborasi antara organisasi mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan restocking ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya konservasi ekosistem perairan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *