MATARAKYAT24, DHARMASRAYA –Warga Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, kembali menagih komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Selago Makmur Plantation (PT SMP). Perusahaan perkebunan tersebut dinilai abai terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap masyarakat setempat sejak beroperasi.
Wali Nagari Abai Siat, Aryonni, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui awak media, Senin (8/6/2026). Ia menegaskan bahwa sejak dirinya menjabat, pihak nagari belum pernah menerima dana CSR yang dapat digunakan untuk pembangunan wilayah.
“Sejak saya dilantik, belum pernah menerima dana CSR dari perusahaan tersebut untuk pembangunan nagari,” ujar Aryonni dengan nada tegas.
Selain persoalan CSR, masyarakat juga menyoroti keberadaan pabrik PT SMP yang berlokasi di dekat hulu Sungai Nabuan. Aryonni menekankan bahwa sungai tersebut merupakan sumber daya alam yang sangat dijaga oleh masyarakat dan selama ini kondisinya masih jernih serta belum tercemar.
Kekhawatiran warga semakin beralasan mengingat status wilayah Nagari Abai Siat yang rawan banjir. Warga khawatir aktivitas pabrik akan berdampak buruk pada kelestarian sungai dan ekosistem di sekitarnya.
Pengalaman pahit di masa lalu menjadi catatan bagi warga. Aryonni mengenang peristiwa pencemaran limbah perusahaan yang pernah membuat ikan-ikan di Sungai Nabuan mati mengapung. Saat itu, pertanggungjawaban perusahaan dinilai sangat minim, di mana pihak PT hanya memberikan kompensasi berupa bibit ikan.
Aryonni juga mengeluhkan mekanisme birokrasi bantuan yang diterapkan perusahaan. Menurutnya, proses pengajuan bantuan sangat dipersulit. Jika anggaran yang diajukan melampaui Rp 2 juta, proposal harus dikirim hingga ke tingkat manajemen di Padang.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai bantuan yang diberikan perusahaan kepada rumah ibadah. Tercatat, lima masjid di Nagari Abai Siat hanya menerima bantuan sebesar Rp 300.000 per masjid, yang oleh pihak perusahaan dikategorikan sebagai sedekah, bukan bagian dari program CSR.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SMP belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp kepada Humas PT SMP bernama Mon pada Senin (8/6/2026), belum membuahkan hasil. Meskipun pesan telah dibaca (tercentang dua biru).
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perusahaan besar untuk menepati komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan. Masyarakat berharap adanya keterbukaan dan kontribusi nyata dari PT SMP demi kemajuan dan kelestarian lingkungan di Nagari Abai Siat.












