Lubuk Sikaping, 18 Juli 2026 – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan demokrasi Indonesia. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang diselenggarakan pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi untuk memperkuat literasi politik masyarakat ini menghadirkan berbagai pemateri yang menyoroti pentingnya keterlibatan aktif warga negara dalam proses demokrasi. Salah satu materi utama disampaikan oleh Admiral Ronika yang mengangkat tema “Demokrasi dalam Kacamata Pemuda”.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perjalanan sejarah bangsa menunjukkan bagaimana kaum muda selalu menjadi motor penggerak perubahan. Mulai dari lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928, perjuangan reformasi tahun 1998, hingga berbagai gerakan sosial yang berkembang saat ini, seluruhnya tidak terlepas dari kontribusi generasi muda.
Menurutnya, demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai proses memilih pemimpin dalam pemilu. Demokrasi harus dimaknai sebagai ruang partisipasi yang memungkinkan masyarakat, khususnya pemuda, menyampaikan gagasan, mengawasi jalannya pemerintahan, serta ikut menentukan arah pembangunan bangsa.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa demokrasi saat ini menghadapi tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi informasi. Penyebaran hoaks, disinformasi, politik identitas, serta polarisasi di media sosial menjadi ancaman yang dapat melemahkan kualitas demokrasi apabila tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, generasi muda dituntut untuk meningkatkan literasi politik dan literasi digital agar mampu memilah informasi secara kritis. Selain itu, pemuda juga didorong untuk aktif berorganisasi, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak praktik politik uang, serta berpartisipasi dalam pengawasan kebijakan publik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi para pemilih pemula agar memahami bahwa suara mereka memiliki arti penting dalam menentukan masa depan bangsa. Dengan jumlah pemilih muda yang terus meningkat pada setiap penyelenggaraan pemilu, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.
Melalui sosialisasi ini, peserta diajak untuk melihat demokrasi bukan sebagai peristiwa sesaat yang terjadi saat pemilu berlangsung, melainkan sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga negara. Dengan pemuda yang kritis, cerdas, dan berintegritas, demokrasi Indonesia diharapkan mampu berkembang menjadi semakin inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.












