Matarakyat24.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong segera melakukan transformasi digital secara bertahap untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Selasa (29/9/2026).
Pegiat Literasi Digital Didi mengatakan, digitalisasi tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit. Pelaku UMKM dapat memulainya dari kebutuhan paling dasar, seperti menggunakan WhatsApp Business dan QRIS.
“Mulai dari hal sederhana. Hari ini segera masuk ke WhatsApp Business, gunakan QRIS dan rapikan profil Google,” ujarnya.
Menurut Didi, setelah tahap awal tersebut, pelaku UMKM dapat mulai masuk ke marketplace dan media sosial. Tahap berikutnya adalah melakukan pencatatan digital, memanfaatkan AI serta mengevaluasi hasil penjualan berdasarkan data.
Ia menggambarkan roadmap digitalisasi UMKM dalam empat tahap, yakni Go Digital, Go Online, Go Integrated dan Go Smart.
Pada tahap Go Digital, pelaku usaha mulai menggunakan perangkat dasar seperti WhatsApp Business dan pembayaran digital. Selanjutnya pada tahap Go Online, UMKM memperluas pemasaran melalui marketplace dan media sosial.
Pada tahap Go Integrated, berbagai layanan usaha seperti customer relationship management (CRM) dan akuntansi mulai diintegrasikan. Sedangkan Go Smart diarahkan pada pemanfaatan big data dan AI dalam pengambilan keputusan serta pengembangan pasar hingga tingkat internasional.
Didi menjelaskan, teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan bisnis, mulai dari produksi, pemasaran, penjualan, pembayaran, pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan hingga evaluasi usaha.
Untuk produksi dan pengelolaan pekerjaan, pelaku usaha dapat menggunakan berbagai aplikasi digital. Sementara dalam pemasaran, media sosial seperti Instagram, Facebook dan TikTok dapat dimanfaatkan melalui konten edukatif, video pendek maupun live shopping.
Teknologi AI juga dapat membantu membuat materi promosi, konten dan desain dengan lebih cepat.
Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., mengatakan transformasi digital harus dibarengi dengan kemampuan pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia menekankan tiga hal utama, yakni peningkatan literasi digital, inovasi serta kolaborasi.
“Keberlanjutan UMKM tidak diukur hanya dari besarnya omzet hari ini, tetapi dari kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi dan memanfaatkan setiap perubahan menjadi peluang,” katanya.
Menurut Jefry, pelaku UMKM juga perlu melihat ulasan dan komentar pelanggan sebagai sumber informasi untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan.
Sementara itu, Tri Haryanto, S.T., M.T., Plt. Direktur Keuangan BAKTI Komdigi, mengingatkan bahwa transformasi digital harus disertai dengan penguatan tata kelola usaha.
Pelaku UMKM perlu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat arus kas, stok, piutang serta utang. Pengambilan keputusan juga perlu didasarkan pada data, bukan sekadar perkiraan.
Selain itu, pelaku usaha perlu memperkuat legalitas, membangun rekam jejak digital, menjaga keamanan data, memperluas kanal penjualan dan menyiapkan pemasok alternatif untuk menghadapi perubahan rantai pasok.
Dalam konteks keberlanjutan, Didi menjelaskan UMKM perlu memperhatikan tiga pilar, yaitu profit, people dan planet.
Profit berkaitan dengan kemampuan usaha menghasilkan keuntungan agar dapat terus berjalan. People berkaitan dengan kesejahteraan pekerja serta manfaat bagi lingkungan sosial. Sementara planet menekankan pentingnya menjaga lingkungan, antara lain melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan dan efisiensi energi.
Ketiga narasumber sepakat bahwa transformasi digital membutuhkan dukungan ekosistem. Pemerintah, perbankan, marketplace, perguruan tinggi, komunitas, konsumen dan pelaku usaha perlu berkolaborasi dalam menyediakan pelatihan, pendampingan, pembiayaan, akses pasar dan inovasi.
Dengan langkah tersebut, digitalisasi diharapkan tidak sekadar membuat UMKM hadir di internet, tetapi mampu membangun usaha yang lebih tertata, efisien, adaptif, berdaya saing dan berkelanjutan.***












