Transformasi Digital UMKM Tak Cukup Sekadar Go Online, Ini Tahapan yang Perlu Dilakukan

Matarakyat24.com – Transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya dengan menggunakan media sosial atau membuka toko di marketplace. Pelaku usaha perlu membangun perubahan secara bertahap mulai dari kesadaran, adopsi teknologi hingga pemanfaatan data dan kecerdasan buatan.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Khoiri, M.Pd., Dosen STKIP Melawi, dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Senin, 24 Agustus 2026.

Ahmad menjelaskan, teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing, memperluas pasar, meningkatkan efisiensi serta mendukung keberlanjutan usaha.

Menurutnya, proses digitalisasi dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Digitalisasi kemudian berkembang menuju integrasi sistem, pemanfaatan data hingga penggunaan AI.

Ia memperkenalkan lima tahapan roadmap transformasi digital, yaitu awareness, adoption, integration, data driven, dan AI driven.

Tahap pertama, awareness, merupakan proses membangun kesadaran mengenai pentingnya transformasi digital melalui edukasi, literasi dan perubahan pola pikir.

Tahap berikutnya adalah adoption, yakni mulai menggunakan teknologi dan platform dasar serta mengubah proses manual menjadi digital.

Setelah itu, tahap integration diarahkan pada keterhubungan sistem, proses dan data sehingga aktivitas usaha dapat berjalan lebih efisien.

Pada tahap data driven, pelaku usaha mulai memanfaatkan data berkualitas, dashboard, visualisasi dan analitik sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sedangkan tahap AI driven merupakan tahap pemanfaatan kecerdasan buatan untuk otomatisasi cerdas, personalisasi, rekomendasi, inovasi dan peningkatan keunggulan kompetitif.

Ahmad mengatakan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Setidaknya terdapat lima faktor pendukung, yakni kepemimpinan, sumber daya manusia, internet, keamanan siber dan pendampingan.

“Teknologi yang baik harus didukung sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, konektivitas yang memadai, keamanan data serta pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam pemaparannya, ia juga menunjukkan studi kasus transformasi digital UMKM melalui pemanfaatan marketplace, QRIS, Point of Sale (POS) dan AI. Sebelum digitalisasi, usaha masih mengandalkan penjualan offline, pencatatan manual, pembayaran tunai dan promosi dari mulut ke mulut.

Setelah memanfaatkan teknologi digital, jangkauan pasar menjadi lebih luas, pembayaran lebih praktis, pencatatan dan pengelolaan stok lebih teratur, serta promosi dapat dilakukan melalui berbagai kanal digital.

Dalam studi kasus tersebut, transformasi digital menghasilkan peningkatan penjualan sebesar 62 persen dalam enam bulan dan efisiensi operasional sebesar 40 persen.

Sementara itu, Dewan Pengawas BAKTI Komdigi Virgie Baker, S.S., M.Si., menekankan bahwa transformasi digital juga harus dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat.

Menurutnya, UMKM perlu memperhatikan branding, fotografi produk, video, optimalisasi marketplace, storytelling, UGC serta pembangunan komunitas pelanggan.

Ia juga menyarankan agar UMKM memulai transformasi secara realistis dengan memanfaatkan berbagai tools digital yang tersedia dan tidak langsung mengeluarkan investasi besar.

Virgie memperkenalkan roadmap implementasi selama 90 hari. Dua minggu pertama difokuskan pada pembangunan fondasi brand, template media sosial dan perencanaan konten. Minggu ketiga hingga keempat diarahkan pada produksi foto-video dan optimalisasi marketplace.

Selanjutnya, minggu kelima hingga kedelapan difokuskan pada pertumbuhan organik melalui konten dan kolaborasi. Sedangkan minggu kesembilan hingga kedua belas diarahkan pada penggunaan iklan berbayar, pengumpulan UGC dan review serta pengembangan kampanye yang memberikan hasil terbaik.

Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., menambahkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Ia mengajak pelaku usaha tidak memandang teknologi sebagai ancaman, tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar.

Dengan transformasi yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha, UMKM diharapkan mampu menjadi lebih adaptif, inovatif, berdaya saing dan bertahan secara berkelanjutan di tengah perkembangan ekonomi digital.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *