BATANG, 1 Agustus 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Desa Pasekaran melaksanakan rangkaian edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah bersama siswa SDN 1 Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu workshop pada 24-25 Juli 2026 dan penguatan materi melalui recalling memory serta mini campaign pada 1 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan menggabungkan edukasi pemilahan sampah, praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah plastik menjadi gantungan kunci, serta kampanye lingkungan di sekolah.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan sampah sejak usia dini. Sampah organik maupun anorganik yang berasal dari aktivitas sehari-hari perlu dikelola sejak dari sumbernya agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Khususnya sampah plastik, apabila dibuang sembarangan, sampah dapat terbawa melalui selokan, saluran drainase, hingga sungai dan berpotensi mencemari perairan.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Undip dari tiga bidang keilmuan, yaitu Revansa Athaya Putra dari Program Studi Oseanografi, Alma Isa Prakoso dari Program Studi Teknik Geologi, dan Firza Hafidz dari Program Studi Informasi dan Humas, bersama siswa dan pihak sekolah.
Pada 24-25 Juli 2026, kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah yang sering ditemukan di lingkungan sekitar serta diajak memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang atau diolah.
Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh Alma Isa Prakoso dari Program Studi Teknik Geologi melalui praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Siswa dikenalkan dengan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun kering dan sisa makanan, kemudian didampingi dalam memahami tahapan dasar pembuatan kompos.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa sampah organik masih dapat dimanfaatkan dan tidak harus langsung dibuang. Dengan melakukan pemilahan sejak dari sumber, sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat diminimalisir. Sampah organik juga dapat diolah menjadi kompos yang memiliki manfaat bagi tanaman dan lingkungan,” ujar Alma Isa Prakoso, mahasiswa KKN Undip Program Studi Teknik Geologi.
Pada rangkaian waktu yang sama, Revansa Athaya Putra dari Program Studi Oseanografi melaksanakan edukasi dan workshop pemanfaatan sampah plastik menjadi gantungan kunci. Kegiatan diawali dengan ceramah interaktif mengenai permasalahan sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan tidak hanya berdampak pada lingkungan daratan, tetapi juga berpotensi terbawa melalui selokan, drainase, dan sungai hingga menuju perairan.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan demonstrasi mengenai tahapan pembuatan gantungan kunci dari limbah plastik. Siswa kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan didampingi mahasiswa. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi sekaligus memahami bahwa sampah plastik yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan di lingkungan sekitar tidak hanya berhenti di daratan. Sampah tersebut dapat terbawa melalui selokan, drainase, maupun sungai hingga akhirnya menuju perairan. Karena itu, melalui pemanfaatan kembali sampah plastik menjadi produk sederhana, siswa dapat belajar bahwa mereka juga memiliki peran dalam mencegah pencemaran lingkungan,” ujar Revansa Athaya Putra, mahasiswa KKN Undip Program Studi Oseanografi.
Kedua workshop tersebut menghasilkan gantungan kunci dari limbah plastik serta praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran bagi siswa bahwa sampah dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali sesuai dengan jenisnya.












