Teror Anjing Liar di Nagari IV Koto Pulau Punjung, Warga: Pemerintah Jangan Hanya Berdalih Aturan

Foto Ilustrasi AI

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Keberadaan kawanan anjing liar di Nagari IV Koto Pulau Punjung kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Kawanan anjing tersebut dilaporkan telah memasuki kawasan pemukiman, area tempat ibadah, hingga pusat keramaian pasar, menciptakan rasa takut dan resah di tengah masyarakat.

Berdasarkan laporan warga, kawanan anjing liar ini sering terlihat beroperasi secara berkelompok. Mereka kerap berkeliaran sambil saling kejar-kejaran dengan suara gonggongan yang nyaring, sehingga membuat warga, terutama anak-anak, takut untuk beraktivitas di luar rumah.

“Kondisi ini sudah sangat membahayakan. Kami sudah sering dikejar oleh kawanan anjing liar tersebut. Anak-anak kami terancam keselamatannya setiap kali mereka keluar rumah,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa, Rabu (10/6/26).

Masyarakat setempat mengaku telah berulang kali melaporkan keresahan ini kepada dinas terkait. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tindakan nyata di lapangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pun hanya membuahkan janji manis dari pihak dinas, mulai dari level bawah hingga jajaran pimpinan.

Setiap kali diminta keterangan, pihak dinas selalu berdalih bahwa mereka tidak dapat melakukan tindakan tegas karena terbentur aturan yang melarang pembunuhan hewan. Namun, masyarakat mempertanyakan apakah aturan tersebut harus dijadikan alasan bagi pemerintah untuk lepas tangan.

“Setiap laporan kami, jawaban mereka selalu sama: tidak bisa bertindak karena dilarang aturan. Apakah dengan berpijak pada alasan itu dinas terkait boleh lepas tangan? Seharusnya pemerintah hadir memberikan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar berkilah di balik aturan,” tambah warga tersebut dengan nada kesal.

Warga Nagari IV Koto Pulau Punjung kini mendesak pemerintah daerah agar tidak bersikap abai. Mereka berharap adanya penanganan yang manusiawi namun efektif, seperti evakuasi atau penertiban, agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali aman dan kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada aksi nyata dari dinas terkait di lapangan. Warga kini hanya bisa berharap agar pihak otoritas segera turun tangan sebelum terjadi insiden yang mencelakai warga atau anak-anak di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *