Pasaman Barat, Matarakyat24.com–Menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Bahoras, nama Ahmad Rido kembali menjadi perhatian masyarakat. Selama menjabat sebagai Kepala Jorong Rabi Jonggor pada tahun 2020-2024, ia dinilai berhasil menghadirkan berbagai program pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai pembangunan berhasil direalisasikan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan catatan data yang berhasil di himpun, sejumlah program pembangunan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat berhasil ia diperjuangkan.
Di bidang pendidikan, pembangunan Gedung Perpustakaan SD melalui APBD Tahun 2019 senilai sekitar Rp191 juta. Fasilitas juga ditingkatkan, komputer SMP M dari dana APBD senilai sekitar Rp150 juta, serta pembangunan WC SMP melalui APBD Tahun 2023 sebesar Rp50 juta.
Sementara itu, sektor infrastruktur mendapat perhatian besar melalui pembangunan jalan permukiman yang didanai Pokok Pikiran (Pokir) Provinsi Tahun 2022 senilai sekitar Rp146 juta (APBD Prov), kemudian pembangunan Jalan Lingkar melalui Pokir Provinsi pada Tahun 2023 sebesar sekitar Rp176 juta. Selanjutnya pembangunan Jalan Banjar Rao-rao Alokasi Dana Desa Tahun 2024 senilai sekitar Rp135 juta, serta pembangunan Jalan Torbania melalui Alokasi Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp80 juta.

Tak hanya itu, beberapa kebutuhan dasar masyarakat juga berasal dari buah tangan beliau, ia sanggup mendatangkan 61 unit meteran listrik gratis bersubsidi untuk seluruh masyarakat Bahoras. Selanjutnya, pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui bantuan beberapa jenis perlengkapan olahraga, termasuk fasilitas bola voli dan net kepada Karang Taruna dan SMP M Rabi Jonggor.
Memasuki Tahun 2024, berbagai program strategis juga berhasil masuk ke Jorong Rabi Jonggor melalui upaya belau. Di antaranya Program PAMSIMAS senilai sekitar Rp400 juta dari APBN, Program SANIMAS untuk 4 Nagari sekitar Rp1,4 Miliar dari APBN, serta Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Bedah Rumah sejumlah 92 Unit dengan nilai mencapai sekitar Rp1,84 miliar tahun 2024 dari APBN.
Kehadiran program melalui kinerjanya tersebut dinilai semakin memperkuat pembangunan daerah setempat. Dari data yang di himpun ini, investasi pembangunan yang masuk lebih kurang Rp5 Miliar selama ia menjabat sebagai Kepala Jorong serta berhasil memberikan investasi lebih kurang 1 Miliar setiap 1 Tahun kepemimpinannya.
Melalui pengabdian beliau sebelumnya, ia juga dianugerahi reword sebagai Jorong bebas Pajak 100% dari Pemerintah Daerah Pasaman Barat. Yakni dengan hadiah speaker aktif (worles) pada Tahun 2023.

Selain keberhasilan pembangunan fisik, Rido juga dikenal aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial, gotong royong, musyawarah, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Kedekatannya dengan warga membuat dirinya dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui, selalu siap merespons aspirasi masyarakat, serta konsisten memperjuangkan kebutuhan pembangunan di tingkat jorong.
Berbekal pengalaman tersebut, Ahmad Rido kini maju sebagai bakal calon Wali Nagari Bahoras dengan membawa semangat melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui pemerintahan bersih, pelayanan prima, ekonomi mandiri, infrastruktur merata serta pemberdayaan dan sosial.
“Apa yang telah dilakukan selama ini merupakan bentuk komitmen dalam mengabdi kepada masyarakat. Ke depan, pembangunan akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, pelayanan yang semakin baik, serta semangat kebersamaan untuk mewujudkan Nagari Bahoras yang lebih mandiri, sejahtera dan berkeadilan.” ujar Ahmad Rido.
Di tengah tahapan Pemilihan Wali Nagari yang sedang berlangsung, masyarakat diharapkan dapat menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif serta menjunjung tinggi nilai persatuan demi terselenggaranya proses demokrasi yang berkualitas di Nagari Bahoras.
Masyarakat hendaknya mampu menilai calon yang siap mengabdi untuk rakyat. Mengenali kandidat, baik melalui rekam jejak maupun kontribusinya untuk daerah setempat serta etika dan juga kedekatannya dengan masyarakat.***










