Program Farmasi UNNES Berdampak: Sosialisasi Anti-Narkoba dan Pembentukan Kader Kesehatan Remaja (KKR) SMPN 08 Semarang

SEMARANG – Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pengabdian Farmasi UNNES Berdampak (FUB) di SMP Negeri 08 Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (22/09/2026) oleh tim yang beranggotakan 8 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi semester 5. Kegiatan berupa sosialisasi anti-narkoba sekaligus pembentukan Kader Kesehatan Remaja (KKR).

Anti-narkoba merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), terutama pada kalangan remaja, dengan membekali siswa pengetahuan dan sikap yang tepat dalam menolak narkoba. Program pengabdian masyarakat berbasis edukasi ini diarahkan kepada siswa kelas 8G SMPN 08 Kota Semarang sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini terhadap ancaman penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa Farmasi UNNES menyampaikan materi mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya serta dampaknya terhadap kesehatan fisik dan psikologis, ciri-ciri pengguna, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan siswa maupun pihak sekolah. Sebelum materi disampaikan, dilakukan pre-test untuk mengukur kemampuan dan gambaran umum para siswa. Selanjutnya, tim mahasiswa menyampaikan materi melalui presentasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Selain melakukan edukasi mengenai anti-narkoba, tim mahasiswa juga menyampaikan alur rujukan KKR, komunikasi yang benar, serta cara mengetahui informasi yang tepat. Pembekalan ini diberikan sebelum membentuk tim KKR dengan tujuan agar kader yang terbentuk nantinya memiliki kompetensi dasar yang memadai dan siap menjalankan tugasnya di lingkungan sekolah.

Setelah penyampaian materi, tim mahasiswa membentuk tim KKR yang beranggotakan siswa SMPN 08 Semarang kelas 8G. Struktur kepengurusan KKR yang dibentuk terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Bidang Riset, Bidang Kreatif, Bidang Edukasi, dan Bidang Sahabat. Setelah terbentuknya kepengurusan, tim KKR membuat video edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat serta poster mengenai kesehatan. Tim KKR bersama mahasiswa pendamping turut menyusun program kerja sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

Setelah penyampaian materi dan pembentukan tim KKR, dilaksanakan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa serta menilai efektivitas penyampaian materi dari mahasiswa sebagai bahan evaluasi ke depannya. Hasil perbandingan post-test dan pre-test menunjukkan adanya peningkatan persentase nilai yang mengindikasikan meningkatnya pemahaman para siswa kelas 8G SMPN 08 Semarang mengenai materi yang disampaikan.

Melalui program “Farmasi UNNES Berdampak” ini, tim mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi kesehatan remaja di SMPN 08 Semarang, sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari upaya mahasiswa Farmasi UNNES dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kombinasi presentasi, interaksi aktif, serta evaluasi berbasis data, tim berharap dapat memberikan tambahan wawasan sejak dini kepada generasi muda mengenai penyuluhan dan program kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *