CIKARANG – Anggota Komisi IX DPR RI, H. Obon Tabroni, S.E., menekankan pentingnya pemenuhan gizi, peningkatan kualitas kesehatan, dan pemerataan kesejahteraan sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurutnya, persoalan stunting dan ketimpangan sosial membutuhkan penanganan terpadu melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Obon Tabroni dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).
Obon menjelaskan, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan berpotensi menjadi kekuatan pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat agar mampu menghasilkan generasi yang produktif dan berdaya saing.
Ia menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.
Obon juga menyinggung tantangan pembangunan di kawasan industri, khususnya Karawang dan wilayah sekitarnya. Pertumbuhan industri, kata dia, perlu memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kesejahteraan maupun perbaikan kualitas lingkungan dan akses pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga yang menangani pembangunan keluarga sangat diperlukan. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam pemaparannya, Obon turut menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya memperbaiki kebiasaan makan anak sejak dini. Program tersebut dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun perilaku hidup sehat.
Ia mencontohkan perubahan kebiasaan anak-anak sekolah yang mulai terbiasa mengonsumsi sayuran setelah mendapatkan pembiasaan melalui program makan bersama. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang diterapkan secara konsisten.
Selain manfaat kesehatan, Obon menilai MBG memiliki dimensi keadilan sosial. Ketika anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi mendapatkan makanan dengan menu yang sama, mereka dapat belajar tentang kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas.
Sebaliknya, ketimpangan yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari berpotensi memengaruhi rasa percaya diri anak. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan dan potensi dirinya.
Obon menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul membutuhkan kerja sama lintas sektor dan komitmen jangka panjang. Pemenuhan gizi yang layak, peningkatan kesadaran kesehatan, serta penguatan kesejahteraan keluarga harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.












