MBG Dinilai Jadi Investasi Strategis untuk Mencetak Generasi Tangguh di Era Disrupsi

Matarakyat24.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu investasi strategis dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di tengah berbagai tantangan era disrupsi. Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertema “MBG: Menyiapkan Generasi Tangguh untuk Kedaulatan Bangsa dan Pertahanan Negara di Era Disrupsi” yang digelar pada 17 Juni 2026.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan bangsa dalam menghadapi perkembangan teknologi, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Karena itu, Indonesia memerlukan generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi.

“Fondasi utama untuk menciptakan generasi yang unggul dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan belajar anak. Dengan kondisi kesehatan yang baik, generasi muda akan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi sumber daya manusia yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Budisatrio menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dipandang semata sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia.

Menurutnya, generasi yang sehat dan berkualitas akan menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing bangsa, serta menjaga kedaulatan dan ketahanan negara di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

“Ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” katanya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi yang memiliki kemampuan fisik, intelektual, dan mental yang kuat sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan menghadapi berbagai tantangan era digital secara optimal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *