KPU RI Perkuat Literasi Demokrasi melalui Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan

Matarakyat24.com, Jakarta, 16 Juli 2026 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula sebagai upaya memperkuat literasi kepemiluan sekaligus meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KPU untuk membangun demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga pada kualitas pemilih yang cerdas, kritis, mandiri, dan bertanggung jawab.

Dalam keynote speech disampaikan bahwa pendidikan pemilih harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. KPU menegaskan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu berpartisipasi secara aktif serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan demokrasi modern, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, politik uang, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap proses demokrasi.

Melalui kegiatan ini, KPU menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok pemilih rentan, marjinal, dan pemilih pemula yang memiliki karakteristik serta kebutuhan informasi yang berbeda. Pendekatan pendidikan pemilih yang partisipatif dan mudah dipahami diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan secara merata.

Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu dan pemilihan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Partisipasi masyarakat yang aktif diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, inklusif, dan berkualitas.

KPU berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya literasi kepemiluan, diharapkan setiap warga negara mampu menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab demi menentukan arah masa depan bangsa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *