JAKARTA, 2 September 2026 – Pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyinggung keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU) karena dipimpin alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan tersebut tidak lagi dapat dianggap sebatas candaan. Menurutnya, Cak Imin telah beberapa kali menyampaikan pernyataan yang dinilai menyudutkan HMI.
Ahmad Doli Kurnia mengatakan, awalnya ia menganggap pernyataan tersebut sebagai bagian dari candaan. Namun, karena kembali disampaikan dalam kesempatan berbeda, ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian.
“Menanggapi sambutan yang disampaikan oleh saudara Muhaimin yang menurut saya ini sudah ketiga kali beliau menyebutkan atau memojokkan HMI,” ujar Ahmad Doli Kurnia dalam pernyataannya, Selasa (1/9/2026).
Ahmad Doli Kurnia kemudian menyampaikan sejumlah tanggapan. Ia menyebut pernyataan pertama masih dapat dipandang sebagai candaan, tetapi menurutnya situasi menjadi berbeda ketika hal serupa kembali disampaikan.
Ia juga mengaku kecewa karena Cak Imin merupakan salah satu tokoh yang berasal dari lingkungan aktivis. Menurut Ahmad Doli Kurnia, sesama aktivis semestinya dapat saling menghargai dan menjaga hubungan antarelemen bangsa.
Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan yang berpotensi mempertentangkan kelompok satu dengan kelompok lainnya justru dapat memicu perpecahan. Ia berharap para tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan maupun organisasi kepemudaan dapat menunjukkan sikap yang lebih konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Doli Kurnia turut menyinggung Pilpres 2024 ketika Cak Imin maju sebagai calon wakil presiden. Ia bahkan menyampaikan rasa syukur karena Cak Imin tidak terpilih sebagai wakil presiden.
“Syukur alhamdulillah masyarakat Indonesia tahu sehingga kemarin dia tidak terpilih sebagai wakil presiden,” kata Ahmad Doli Kurnia.
Lebih lanjut, Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa NU bukan hanya milik kelompok atau kalangan tertentu. Menurutnya, NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar dan tertua di Indonesia telah menjadi bagian dari aset bangsa.
Ia menyebut keberadaan NU memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial, keagamaan, kebangsaan, hingga pembangunan peradaban.
Ahmad Doli Kurnia juga mengingatkan bahwa organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, Al Jam’iyatul Washliyah, Persis dan organisasi lainnya memiliki kontribusi terhadap perjalanan bangsa Indonesia.
Karena itu, menurut Ahmad Doli Kurnia, perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan atau mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Polemik tersebut mencuat setelah pernyataan Cak Imin yang mengaitkan kondisi NU dengan kepemimpinan alumni HMI mendapat sorotan. Pernyataan itu kemudian menuai respons dari kalangan alumni dan aktivis HMI, termasuk Ahmad Doli Kurnia












