Dosen Untan: UMKM Harus Bertransformasi Digital, Mulai dari Langkah Sederhana

Matarakyat24.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong tidak sekadar menggunakan teknologi digital untuk mengikuti tren, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha agar lebih produktif, kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan M. Zainul Hafizi, M.Pd., Dosen-Asisten Ahli Universitas Tanjungpura, dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Selasa (18/8/2026).

Zainul menegaskan bahwa digitalisasi saat ini telah menjadi kebutuhan bagi keberlangsungan UMKM. Perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa mencari informasi, berkomunikasi, dan melakukan transaksi secara digital membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi.

Menurutnya, teknologi digital memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari memperluas pasar tanpa harus membuka cabang fisik, meningkatkan efisiensi operasional, hingga membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan data.

Namun, ia mengingatkan bahwa transformasi digital bukan sekadar menggunakan banyak aplikasi. Teknologi harus dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis dan diterapkan secara bertahap.

Zainul membagi proses tersebut menjadi tiga tahapan, yakni digitasi, digitalisasi, dan transformasi digital.

Digitasi merupakan proses mengubah informasi fisik menjadi bentuk digital, seperti mengganti nota kertas dengan nota digital. Digitalisasi merupakan penggunaan teknologi untuk meningkatkan proses bisnis, misalnya melalui WhatsApp Business dan QRIS.

Sementara transformasi digital berada pada tahap yang lebih tinggi karena menyangkut perubahan strategi, proses, hingga model bisnis secara fundamental.

“Transformasi digital bukan sekadar memakai teknologi, tetapi mengubah cara UMKM menjalankan dan mengembangkan bisnis,” jelasnya.

Dalam ekosistem digital, pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, marketplace dan website untuk penjualan, WhatsApp Business untuk komunikasi pelanggan, serta QRIS dan mobile banking untuk pembayaran.

Teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan keuangan, logistik, analisis data, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau AI.

Pada sektor pemasaran, Zainul mendorong pelaku UMKM membangun identitas merek yang konsisten dan menghasilkan konten yang edukatif serta persuasif. Video pendek dapat digunakan untuk memperluas jangkauan, sementara WhatsApp Business dapat dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi dan melakukan tindak lanjut kepada pelanggan.

Ia merangkum strategi pemasaran digital melalui alur konten, jangkauan, interaksi, transaksi, hingga terbentuknya pelanggan loyal.

Selain pemasaran, pengelolaan transaksi dan keuangan juga menjadi bagian penting dari digitalisasi. QRIS dinilai dapat menjadi pintu masuk UMKM ke dalam ekosistem digital karena mempercepat transaksi, mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, memudahkan pencatatan, dan memberikan kenyamanan kepada konsumen.

Zainul juga menekankan pentingnya data sebagai aset strategis. Data mengenai produk terlaris, waktu transaksi, jumlah penjualan, hingga karakteristik pelanggan dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi bisnis.

Sementara AI dapat membantu membuat konten, menyusun deskripsi produk, merancang promosi, menganalisis penjualan, hingga membantu perencanaan usaha. Namun, penggunaannya harus memperhatikan keamanan, privasi, keterampilan sumber daya manusia, dan etika pengelolaan data.

Lebih jauh, digitalisasi juga dinilai dapat mendukung konsep bisnis hijau. Penggunaan sistem digital mampu mengurangi penggunaan kertas, menekan limbah, menghemat energi, serta membantu mengoptimalkan persediaan dan distribusi.

Untuk memudahkan pelaku UMKM memulai transformasi, Zainul menawarkan pendekatan “MULAI – UKUR – TINGKATKAN.”

Tahap pertama adalah memulai dengan mengidentifikasi persoalan bisnis dan memilih teknologi yang sederhana serta terjangkau. Tahap kedua mengukur dampaknya, seperti perubahan omzet, biaya operasional, maupun jumlah pelanggan. Tahap ketiga meningkatkan pemanfaatan teknologi melalui integrasi aplikasi, penggunaan data dalam pengambilan keputusan, serta penguatan keamanan informasi.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui upskilling dan reskilling agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Teknologi digital bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menciptakan UMKM yang lebih produktif, kompetitif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Zainul berharap para pelaku UMKM tidak ragu memulai digitalisasi dari langkah kecil. Menurutnya, keberanian untuk memulai, kemauan belajar, serta kemampuan mengukur dan memperbaiki proses akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *