Penemuan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Danau Singkarak Gemparkan Warga

Mayat ditemukan di Danau Singkarak

MATARAKYAT24, TANAHDATAR –Warga di kawasan Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X) yang mengapung di Danau Singkarak pada Selasa (21/7/2026) pagi.

Penemuan mayat di Danau Singkarak itu pertama kali dilaporkan oleh seorang relawan bernama Zaenal Efendi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang sekitar pukul 09.20 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan laporan awal menyebutkan warga melihat sesosok mayat terapung di perairan Danau Singkarak sekitar pukul 09.09 WIB.

“Laporan masuk terkait adanya warga yang menemukan mayat terapung di area Danau Singkarak sekitar pukul 09.09 WIB, kemudian warga meminta bantuan evakuasi kepada Unit Pencarian dan Pertolongan (USS) Tanah Datar,” ujarnya.

Merespons laporan tersebut, tim rescue USS Tanah Datar langsung bergerak menuju Lokasi Kejadian Pertolongan (LKP) untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 10.11 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur gabungan agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman.

“Proses evakuasi berjalan lancar dan sekitar pukul 11.00 WIB tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Mr. X untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Padang Panjang,” ungkap Abdul Malik.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak rumah sakit guna menjalani penanganan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

Operasi evakuasi melibatkan personel gabungan dari USS Tanah Datar, TNI, Polri, BPBD Tanah Datar, Dinas Kesehatan Tanah Datar, Dinas Kesehatan Padang Panjang, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat sekitar.

Setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai, tim gabungan menggelar debriefing pada pukul 11.29 WIB sebelum seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.

“Operasi SAR diusulkan untuk ditutup setelah proses evakuasi selesai dan seluruh unsur kembali ke kesatuannya,” katanya.

Hingga kini identitas korban maupun penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *