Menjemput Kembali Kejayaan Pasar Tua Pulau Punjung: Rumah Deret Lapuk Segera Molek Kembali

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA –Suara derak papan kayu dan riuh rendah tawar-menawar pernah menjadi napas utama di deretan bangunan bertingkat yang dulunya merupakan Pasar Pulau Punjung. Bagi warga Dharmasraya, struktur kayu berjejer ini bukan sekadar tempat mengais rezeki, melainkan saksi bisu bertautnya banyak kenangan. Di sinilah para pedagang zaman dahulu tinggal, berjualan, membesarkan anak-anak mereka, dan merajut kehangatan hidup dalam kesederhanaan.

Namun, waktu tak bisa dihentikan. Sejak pusat pasar resmi berpindah tempat, keriuhan di lorong-lorong kayu itu perlahan menyusut. Meski masih setia dihuni oleh masyarakat, bangunan yang pernah megah pada masanya ini kian memprihatinkan dimakan usia. Tiang dan dinding kayu mulai lapuk diterpa cuaca dan dimakan rayap, sementara atap-atapnya telah runtuh, berlubang, serta lusuh digerus hujan dan panas. Kenangan manis di tempat ini perlahan tertutup oleh bayang-bayang kawasan yang kurang layak huni.

Kini, angin perubahan berembus hangat. Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa, kawasan penuh memori ini bersiap menyongsong wajah baru. Pemkab Dharmasraya menegaskan bahwa konsep hunian layak bukan sekadar memiliki atap untuk berteduh, melainkan soal memastikan setiap keluarga hidup di tempat yang sehat, aman, nyaman, dan didukung sanitasi yang baik (habitability)

Menjawab tantangan pemukiman kumuh yang masih ada, langkah konkret terus digulirkan secara bertahap. Setelah penataan terintegrasi kawasan Pulau Punjung yang dimulai pada 2025 dan bergulirnya program stimulan 300 bedah rumah di seluruh kecamatan pada 2026, fokus kini tertuju pada perbaikan rumah deret bersejarah tersebut.

Menyadari besarnya anggaran yang dibutuhkan, sinergi menjadi kunci utama. Harapan baru bagi warga rumah deret Pulau Punjung akhirnya terwujud berkat kepedulian PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang menghadirkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR). Pekerjaan revitalisasi total untuk mengubah bangunan tak layak huni ini menjadi pemukiman yang kokoh dan sehat akan segera dimulai tahun ini.

Apresiasi mendalam patut disematkan kepada PT SMF atas kontribusinya. Lewat kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat, bangunan kayu berjejer penuh kenangan di Pulau Punjung ini tidak hanya disulap menjadi lebih elok, tetapi juga dikembalikan martabatnya sebagai rumah tempat merajut masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *