LPPBI Apresiasi Tiga Bulan Irjen Djati di Sumbar: Penegakan Hukum dan Pembenahan Internal Polri

Ket: Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy

PADANG, 4 Oktober 2026 – Lembaga Pemuda Pemantau Bangsa Indonesia (LPPBI) menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy selama kurang lebih tiga bulan menjalankan amanah sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Meski berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, LPPBI menilai masa kepemimpinan Irjen Djati meninggalkan sejumlah catatan penting, khususnya dalam penegakan hukum serta upaya pembenahan internal di tubuh Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Ketua Umum LPPBI, Benny Ario, mengatakan masa tugas yang singkat tidak selalu menjadi ukuran dari besarnya kontribusi seorang pejabat. Menurutnya, yang lebih penting adalah langkah dan kebijakan yang dilakukan selama mendapatkan amanah.

“LPPBI melihat ada upaya pembenahan yang dilakukan selama Irjen Djati memimpin Polda Sumbar. Salah satunya keberanian untuk menangani berbagai persoalan, termasuk ketika persoalan tersebut berkaitan dengan oknum di internal kepolisian,” ujar Benny.

Menurut Benny, penegakan hukum terhadap anggota yang diduga melakukan pelanggaran harus dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga marwah dan profesionalisme institusi Polri.

Ia menilai, institusi penegak hukum justru membutuhkan keberanian untuk melakukan evaluasi dan koreksi dari dalam. Ketika terdapat anggota yang melakukan pelanggaran, proses hukum maupun etik harus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi kami, mengungkap dan memproses pelanggaran yang dilakukan oknum bukan berarti memperburuk citra Polri. Justru itu merupakan bagian dari pembenahan institusi. Polri harus berani membersihkan dan memperbaiki internalnya agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” kata Benny.

LPPBI melihat langkah tersebut penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap institusi kepolisian agar semakin profesional, transparan dan akuntabel. Penegakan hukum tidak hanya harus dilakukan kepada masyarakat, tetapi juga harus berlaku bagi setiap personel Polri yang terbukti melakukan pelanggaran.

Selain pembenahan internal, Benny juga mengapresiasi langkah Polda Sumbar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melakukan penindakan terhadap berbagai bentuk tindak pidana selama masa kepemimpinan Irjen Djati.

Menurutnya, tugas Kapolda tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan jajaran kepolisian bekerja sesuai koridor hukum dan kode etik profesi.

“Pemimpin di kepolisian tentu memiliki tantangan yang tidak sedikit. Karena itu, ketika ada keberanian untuk melakukan evaluasi terhadap internal sekaligus menjalankan penegakan hukum, hal tersebut patut diapresiasi sebagai bagian dari proses memperkuat institusi,” ujarnya.

Benny menambahkan, LPPBI tidak melihat pergantian pimpinan sebagai sesuatu yang harus dipersoalkan. Pergantian merupakan bagian dari dinamika dan mekanisme organisasi Polri. Yang terpenting, menurut dia, berbagai hal positif yang telah dilakukan selama kepemimpinan sebelumnya dapat terus dilanjutkan.

“Kami menghormati keputusan organisasi Polri. Bagi kami, yang harus dijaga adalah kesinambungan pembenahan. Apa yang sudah baik selama tiga bulan kepemimpinan Irjen Djati di Sumbar hendaknya dapat dilanjutkan oleh Kapolda berikutnya,” kata Benny.

Ia berharap kepemimpinan Polda Sumatera Barat ke depan dapat terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk kelompok pemuda dan mahasiswa. Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Sumatera Barat.

LPPBI juga mengapresiasi sikap Irjen Djati yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian. Bagi LPPBI, masa tiga bulan tersebut merupakan bagian dari perjalanan pengabdian yang tetap meninggalkan catatan dalam proses pembenahan institusi di Sumatera Barat.

“LPPBI mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pengabdian Irjen Djati selama bertugas di Sumatera Barat. Waktu boleh singkat, tetapi semangat untuk melakukan pembenahan, menegakkan aturan dan menjaga institusi harus terus dilanjutkan,” tutur Benny.

Benny berharap pengalaman Irjen Djati selama bertugas di Sumatera Barat dapat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan Polri. Sementara kepada jajaran Polda Sumbar dan pimpinan yang baru, LPPBI mendorong agar semangat profesionalisme, penegakan hukum dan pembenahan internal terus menjadi perhatian.

“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah Polri yang semakin profesional, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin tegas terhadap setiap pelanggaran. Itu kepentingan kita bersama,” tutup Benny Ario.

Penulis: AdminEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *