MATARAKYAT24, DHARMASRAYA –Langkah nyata dalam mengawal kualitas demokrasi di Kabupaten Dharmasraya kembali digelorakan. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Dharmasraya secara resmi menjalin sinergi strategis bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Dharmasraya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengawasan partisipatif pemilu, Rabu (2/9/2026).
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung khidmat di kantor Bawaslu Dharmasraya ini dihadiri langsung oleh jajaran komisioner Bawaslu serta jajaran pengurus PWI Dharmasraya, di antaranya Ketua PWI Roni Aprianto, Syaiful Hanif, dan Bustanol. Sinergi ini dirancang untuk memperkuat benteng pengawasan pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas melalui peran aktif pers serta masyarakat.
Ketua Bawaslu Dharmasraya, Subandiyono, menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukanlah tugas tunggal Bawaslu semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Wartawan memiliki peran yang sangat vital dalam menyebarkan informasi edukatif. Kolaborasi bersama PWI diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan partisipatif, sekaligus mendorong publik aktif mengawal setiap tahapan pemilu,” ujar Subandiyono.
Ia menambahkan, pers berada di barisan terdepan dalam meredam maraknya narasi bohong (hoax), mengedukasi masyarakat terkait regulasi kepemiluan, dan menjaga ruang publik tetap sehat. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada PWI Dharmasraya,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua PWI Dharmasraya, Roni Aprianto, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, insan pers memiliki beban moral untuk menyajikan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan umum.
“Melalui MoU ini, PWI Dharmasraya berkomitmen penuh mendukung Bawaslu meningkatkan literasi politik masyarakat. Namun, PWI akan tetap berpegang teguh pada fungsi kontrol sosial pers menyuarakan potensi pelanggaran, memberikan kritik konstruktif, serta menyajikan masukan demi terwujudnya pemilu yang berkualitas,” tegas Roni.
Roni juga menekankan agar kerja sama ini tidak sekadar berakhir di atas kertas, melainkan segera diimplementasikan lewat aksi nyata seperti sosialisasi, diskusi publik, dan publikasi pengawasan yang masif.
“MoU tidak ada artinya tanpa realisasi kegiatan konkret,” lugasnya.
Selain penandatanganan kesepakatan, pertemuan tersebut turut diwarnai diskusi krusial mengenai alokasi dan dukungan anggaran media massa selama berlangsungnya tahapan pemilu hingga tuntas. PWI berharap koordinasi terkait anggaran media ini dapat terealisasi secara transparan dan berkesinambungan demi mendukung kelancaran penyebaran informasi publik.












