Desakan PMII Bone Untuk Buat Satgas BBM bersubsidi Dan LPG 3 KG Akhirnya di kabulkan Bupati Bone

Bone, Matarakyat24.com_____Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bone menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Bone dalam menangani persoalan kelangkaan serta distribusi BBM bersubsidi. Pemda Bone membentuk Satuan Tugas (Satgas) Merah Putih BBM Bersubsidi dan LPG 3 kilogram sebagai upaya memperketat pengawasan penyaluran energi bersubsidi di wilayah tersebut.

PMII Bone menilai pembentukan satgas tersebut merupakan respons konkret pemerintah daerah terhadap persoalan BBM bersubsidi yang sebelumnya turut menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi yang dilakukan PC PMII Bone.

Pembentukan Satgas Merah Putih BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Lateya Riduni, Senin (24/8/2026). Rapat dipimpin Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, serta dihadiri sejumlah unsur terkait, mulai dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan, kepala desa, organisasi kemasyarakatan hingga pihak lainnya.

Dalam rapat yang diikuti Bupati Bone Andi Asman Sulaiman secara daring, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi dan LPG agar benar-benar berjalan sesuai ketentuan serta diterima oleh masyarakat yang berhak.

Andi Asman meminta Satgas Merah Putih tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.

“Harus dikawal pendistribusiannya. Saya ulang kembali, yang harus kita kawal pendistribusiannya. Saya minta Satgas Merah Putih BBM Bersubsidi LPG ini,” tegas Andi Asman.

Ia juga mengingatkan agar proses penyaluran BBM bersubsidi dilakukan berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Selain persoalan distribusi, Andi Asman menegaskan bahwa Satgas BBM Bersubsidi dan LPG harus menjalankan tugas secara independen. Ia meminta satgas tidak dipengaruhi ataupun dicampuri kepentingan pihak tertentu.

“Satgas ini independen. Tidak boleh terkontaminasi dengan siapa pun juga,” ujarnya.

Ketua PC PMII Bone, Zulkifli, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone. Menurutnya, pembentukan satgas menunjukkan adanya tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi yang sebelumnya disampaikan masyarakat melalui aksi PMII.

“Kami mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Bone. Pembentukan Satgas BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat yang kami sampaikan mendapat perhatian dan respons konkret dari pemerintah,” kata Zulkifli.

Zulkifli menilai keberadaan satgas dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg di Kabupaten Bone. Ia berharap pengawasan dilakukan secara objektif dan independen sehingga penyaluran benar-benar tepat sasaran.

PMII Bone juga menilai keterlibatan berbagai unsur dalam satgas merupakan langkah penting. Pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan LPG, kata Zulkifli, tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak karena potensi penyimpangan di lapangan membutuhkan pengawasan secara bersama-sama.

“Kami tentu akan terus memberikan dukungan sekaligus melakukan fungsi kontrol sosial. Harapan kami, satgas ini dapat bekerja maksimal dan masyarakat Bone benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

PC PMII Bone menilai pembentukan Satgas Merah Putih BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg merupakan langkah awal dalam menjawab keresahan masyarakat terkait distribusi energi bersubsidi.

Namun, PMII berharap pembentukan satgas tersebut tidak berhenti sebatas seremonial. Komitmen pemerintah perlu dibuktikan melalui pengawasan dan penyaluran BBM bersubsidi serta LPG yang lebih tertib, transparan, tepat sasaran, dan tidak merugikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *