Komisi I DPR RI Dorong Literasi Digital untuk Ciptakan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Matarakyat24.com, Jakarta, 5 Agustus 2026 — Upaya membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif terus didorong melalui penguatan literasi digital masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Webinar “Bijak Digital Tanpa Judi Online” yang digelar melalui kanal Zoom Meeting, Rabu (5/8/2026).

Anggota Komisi I DPR RI, H. Slamet Ariyadi, M.Sos, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Menurutnya, internet telah membuka akses yang luas terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, komunikasi, serta berbagai peluang pengembangan diri.

Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat ancaman yang perlu diwaspadai, salah satunya praktik judi online yang semakin memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau masyarakat.

“Transformasi digital harus menjadi jalan menuju kemajuan bangsa, bukan menjadi pintu masuk bagi berbagai praktik ilegal yang merugikan masyarakat,” menjadi penekanan dalam pemaparannya.

Slamet menjelaskan bahwa judi online tidak hanya berdampak terhadap kondisi ekonomi individu, tetapi juga dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga dan menimbulkan berbagai persoalan sosial. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali modus, promosi, dan berbagai bentuk tawaran yang digunakan untuk menarik pengguna.

Menurutnya, pemberantasan judi online tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, DPR, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.

Selain memperkuat edukasi, langkah pemutusan akses terhadap platform maupun sistem elektronik yang digunakan untuk aktivitas perjudian juga perlu terus dilakukan. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai promosi perjudian di ruang digital.

Forum tersebut juga mendorong peserta untuk tidak berhenti sebagai penerima informasi, tetapi turut menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan bahaya judi online kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.

Melalui penguatan literasi digital dan kesadaran kolektif, ruang digital diharapkan dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang sehat dan aman, sekaligus memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *