Matarakyat24.com, Jakarta, 3 Agustus 2026 – Transformasi digital menjadi salah satu faktor strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Transformasi Digital untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional di Era Modern” yang diselenggarakan secara virtual melalui kanal Zoom Meeting, Senin (3/8).
Anggota Komisi I DPR RI, H. Slamet Ariyadi, M.Sos., mengatakan bahwa kolaborasi antara DPR RI, pemerintah, akademisi, kementerian, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun literasi digital sekaligus memperkuat sektor energi nasional.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan energi. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta sistem digital lainnya memungkinkan proses pemantauan jaringan energi dilakukan secara real time sehingga distribusi energi menjadi lebih efektif dan efisien.
“Transformasi digital tidak hanya memperkuat efisiensi operasional, tetapi juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Slamet menjelaskan, penguatan ketahanan energi membutuhkan sejumlah langkah strategis, di antaranya percepatan pembangunan infrastruktur digital sektor energi, pengembangan smart grid dan smart meter secara nasional, pemanfaatan AI dan big data dalam perencanaan kebutuhan energi, hingga penguatan keamanan siber pada infrastruktur energi.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan literasi digital dan pelatihan teknologi perlu terus diperluas agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
Menutup paparannya, Slamet mengajak seluruh peserta untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sehingga transformasi digital mampu mendorong terciptanya sistem energi nasional yang modern, mandiri, dan berdaya saing.***












