Bone,Matarakyat24.com___ Aliansi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bone secara mengejutkan memilih untuk walk out (keluar) dari ruang sidang.
Aksi walk out ini merupakan bentuk protes keras atas ketidakhadiran Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sebagai aktor kunci dalam transparansi program yang tengah disoroti mahasiswa.
Jenderal Lapangan aksi, Arfah, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Kasatgas MBG dan ketidaktegasan DPRD dalam menghadirkan pihak-pihak terkait. Menurutnya, kehadiran Kasatgas sangat krusial untuk memberikan kejelasan langsung kepada masyarakat dan mahasiswa.
Sebelum keluar dari ruang rapat, Arfah langsung menyampaikan pernyataan sikap dan ultimatum tegas di hadapan peserta rapat. Ia menekankan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat absennya kasatgas mbg dalam RDPU
”Kami kecewa dengan ketidakhadiran Kasatgas MBG. Oleh karena itu, kami memberikan ultimatum tegas kepada DPRD Kabupaten Bone untuk segera menjadwalkan ulang RDPU ini dan memastikan Kasatgas MBG hadir secara langsung dalam waktu 3×24 jam,” ujar Arfah
Arfah juga menambahkan konsekuensi serius jika tuntutan tersebut diabaikan oleh pihak legislatif maupun satgas terkait.
”Jika dalam waktu 3×24 jam tuntutan kami tidak terpenuhi, maka kami akan segera melaksanakan konsolidasi total dan kembali turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi yang jauh lebih besar dari aksi kemarin,” tegas sang Jenderal Lapangan.
Aksi walk out ini disinyalir akan memicu gelombang pergerakan mahasiswa yang lebih masif di Bone. Cipayung Plus dan seluruh elemen BEM se-Kabupaten Bone menyatakan telah merapatkan barisan untuk mengawal isu ini hingga tuntas.












