Bone,Matarakyat24.com___ Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu malam (16/8/2026). Cahaya obor yang dibawa peserta menerangi malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pawai Obor Semarak Kemerdekaan tersebut dipusatkan dari Lapangan Merdeka Watampone dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk menyambut hari kemerdekaan.
Warga dari berbagai kalangan ikut berjalan dalam satu barisan. Suasana semakin semarak ketika cahaya obor bergerak menyusuri jalanan kota yang dihiasi berbagai ornamen merah putih.
Pawai tersebut dilepas oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus bersama jajaran personel Kodim turut berada di tengah barisan. Kehadiran aparat TNI yang berjalan bersama masyarakat memperlihatkan suasana kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan.
Bagi penyelenggara, pawai obor bukan semata-mata kegiatan seremonial. Cahaya yang dibawa peserta menjadi simbol semangat perjuangan yang diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda.
Laode Muhammad Idrus mengajak generasi muda Bone untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat atas perjuangan para pahlawan.
Ia berharap anak-anak muda tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, pantang menyerah, serta mampu memberikan kontribusi melalui karya dan pengabdian.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan generasi terdahulu. Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
Pemandangan ribuan obor yang menyala di tengah Kota Watampone menjadi simbol yang kuat dalam kegiatan tersebut.
Api kecil yang dibawa masing-masing peserta kemudian menjadi satu cahaya besar ketika seluruh peserta berjalan bersama. Pesan tersebut menggambarkan pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa.
Semangat itu juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan perayaan tahunan. Kemerdekaan perlu diisi melalui pendidikan, kerja keras, gotong royong, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi peringatan kemerdekaan. Anak-anak hingga orang dewasa dapat ikut merasakan suasana perayaan yang sarat dengan nilai sejarah dan kebangsaan.
Di tengah perkembangan zaman, kegiatan seperti pawai obor menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali makna perjuangan kepada generasi muda dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Keikutsertaan personel Kodim 1407/Bone bersama masyarakat juga menjadi bagian menarik dari pawai tersebut.
Tidak ada jarak dalam barisan. Prajurit dan warga berjalan dalam suasana yang sama, membawa obor dan mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Pawai Obor Semarak Kemerdekaan akhirnya bukan hanya menghadirkan pemandangan cahaya di malam hari. Di balik setiap obor yang dibawa peserta, terdapat pesan agar semangat perjuangan tidak berhenti pada generasi terdahulu.
Dari Lapangan Merdeka Watampone, pesan itu kembali digaungkan: kemerdekaan harus dijaga, persatuan harus dirawat, dan semangat membangun negeri harus terus menyala.***












