MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kenagarian Sungai Kambut, Kabupaten Dharmasraya, kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dikeluhkan karena aktivitas konstruksinya mulai mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Pembangunan mega proyek di atas lahan seluas 10 hektar tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026. Namun, dalam proses tahapannya, proyek investasi pendidikan ini justru dikeluhkan oleh pengendara yang melintas di kawasan tersebut
Kondisi jalan di sekitar lokasi proyek dilaporkan dipenuhi debu tebal dan pasir yang berserakan akibat pengangkutan material bangunan. Selain mengganggu pernapasan, debu yang beterbangan juga memperpendek jarak pandang para pengendara,
Dampak buruk dari kondisi jalan ini pun telah memakan korban. Seorang warga Muaro Momong bernama Ijus (50), dilaporkan mengalami kecelakaan beberapa pekan lalu saat melintas di area tersebut. Korban terjatuh diduga akibat jalanan yang licin karena pasir, ditambah pandangan yang terhalang pekatnya debu proyek. Akibat insiden ini, Ijus mengalami patah kaki dan sejumlah luka ringan
Menanggapi keluhan masyarakat dan insiden kecelakaan tersebut, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Daerah setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dan mengambil tindakan dengan menyurati pihak Satker, karena pembangunan Sekolah Rakyat dibawah kementrian
“Kami akan koordinasikan dengan pihak Satuan Kerja (Satker) serta kami akan surati beliau karena pembangunan Sekolah Rakyat dibawah kementrian, sedangkan koordinasinya dengan dinas sosial” ujar Zakirman kepada awak media melalui via WhatsApp, pada Selasa (26/5/26)
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera melakukan penyiraman jalan secara berkala dan membersihkan sisa material pasir agar tidak kembali memakan korban di masa mendatang.












