Polres Dharmasraya Redam Konflik Antarwarga: Pemuda Muaro Takung dan Sialang Sepakat Berdamai

Polres Dharmasraya Fasilitas Mediasi Konfil Pemuda Takuang dan Sialang

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Aparat kepolisian bergerak cepat meredam potensi konflik horizontal antarwarga dari dua kabupaten berbeda. Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya sukses memfasilitasi mediasi perdamaian pasca-insiden perkelahian yang melibatkan kelompok pemuda Nagari Muaro Takung (Kabupaten Sijunjung) dengan pemuda Nagari Sialang (Kabupaten Dharmasraya).

Bentrokan fisik tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan SPBU Sialang, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, pada Kamis (28/5/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB

Guna mencegah konflik meluas, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan nagari dari kedua wilayah langsung menggelar pertemuan darurat pada sore harinya.

Dalam pertemuantersebut dihadiri oleh AKP Zamri Naldi (Kabag Ops Polres Dharmasraya) Haji Iswandi (Wali Nagari Muaro Takung) Harison Panglimo Putiah (Wali Nagari Gunung Selasih Anggota DPRD Dapil Kamang Baru sekaligus menjabat Ketua Pemuda Nagari Kamang

Setelah melalui proses dialog yang intensif, kegiatan mediasi yang berakhir pada pukul 17.00 WIB tersebut berhasil melahirkan empat poin kesepakatan bersama demi menjaga stabilitas keamanan:

1. Kedua belah pihak diimbau untuk saling menahan diri, serta mengesampingkan ego dan emosi dalam penyelesaian masalah agar situasi tidak semakin memanas

2. Perwakilan tokoh masyarakat menegaskan bahwa secara historis dan kultural, masyarakat Nagari Sialang dan Nagari Muaro Takung memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat, di mana mayoritas bertindak selaku niniak mamak di Nagari Sialang.

3. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan insiden hari ini melalui jalur kekeluargaan (musyawarah). Hal ini termasuk mengevaluasi perselisihan yang sempat terjadi sebelumnya pada Selasa, 26 April 2026 lalu.

4. Para tokoh yang hadir berkomitmen untuk mengedukasi dan menyampaikan kepada warga masing-masing agar tidak melakukan aksi penyerangan atau tindakan provokatif serupa di masa mendatang.

Hingga pertemuan ditutup pada pukul 17.00 WIB, situasi di lokasi kejadian maupun di kedua nagari dilaporkan telah sepenuhnya aman, tertib, dan kondusif.

Meski keadaan sudah kondusif, aparat kepolisian tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial. Masyarakat meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya (hoaks) yang dapat memicu kembali gesekan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *