Masuk Enam Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya 

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Tim uji petik penilaian kinerja PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha daerah tahun 2026 hadir di Kabupaten Dharmasraya, Selasa (11/8/2026), untuk melakukan penilaian terhadap daerah yang masuk enam nomine terbaik nasional

Tim uji petik terdiri dari Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Eduardo Edwin Ramda dari KPPOD, M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia, disambut langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Dharmasraya tersebut turut dihadiri jajaran Pemkab Dharmasraya, Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt Kabilangan, Kapolres Dharmasraya diwakili Kabag Ren Polres Dharmasraya AKP Rajulan Harahap, Dandim 0310/ SSD diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, Kajari Dharmasraya diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar, Ketua Pengadilan Agama Pulau Punjung M Jimmy Kurniawan dan Ketua LKAAM Dharmasraya Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie.

Dalam sambutannya, Bupati Annisa menyampaikan selamat datang dan penghargaan kepada tim penilai dan tim pendamping yang telah hadir di Kabupaten Dharmasraya.

Menurutnya, kehadiran tim bukan semata-mata agenda penilaian, tetapi menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah menunjukkan secara langsung bagaimana pelayanan perizinan dibangun agar semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha.

“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah membangun pelayanan perizinan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha,” kata Annisa.

Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya telah mengikuti pemaparan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari tahapan penilaian.

Bupati mengatakan melalui uji petik tersebut, pemerintah daerah siap menunjukkan bahwa berbagai hal yang disampaikan dalam pemaparan bukan hanya konsep dan dokumen, tetapi telah dilaksanakan dalam proses pelayanan.

“Kami siap menunjukkan bahwa apa yang kami sampaikan dalam pemaparan tersebut bukan hanya konsep, bukan hanya dokumen, tetapi merupakan proses yang benar-benar kami jalankan,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, Naldi, mengatakan pihaknya bersama seluruh perangkat daerah terkait telah mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi bagian dari penilaian uji petik.

Ia menyebut pelayanan perizinan terus diperkuat melalui digitalisasi, pemanfaatan OSS, pendampingan pelaku usaha, penyederhanaan proses, peningkatan kompetensi aparatur, serta koordinasi lintas perangkat daerah.

Menurutnya, pelaksanaan uji petik menjadi kesempatan untuk mendapatkan evaluasi langsung dari tim penilai sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan yang telah dilakukan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Pemkab Dharmasraya juga menghadirkan Duta Perizinan sebagai bagian dari upaya mendekatkan informasi dan pendampingan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Annisa menegaskan Pemkab Dharmasraya terbuka terhadap evaluasi dan rekomendasi dari tim penilai sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan.

Menurut Annisa, pelayanan perizinan memiliki posisi strategis dalam menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha, terutama dalam mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Dharmasraya.

Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Dharmasraya mencapai sekitar Rp1,368 triliun. Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan dunia usaha terhadap daerah.

Investasi tersebut antara lain memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan kelapa sawit, serta real estate dan perumahan.

Namun, kata Bupati, investasi tidak hanya dipandang sebagai angka, melainkan harus memberikan dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, serta peluang bagi UMKM dan usaha masyarakat.

“Investasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dharmasraya juga terus mendorong hilirisasi kelapa sawit agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu mengembangkan industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Bupati berharap uji petik tersebut menjadi momentum untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik dan memperkuat iklim investasi di Kabupaten Dharmasraya.

“Kami ingin membangun Dharmasraya sebagai daerah yang ramah investasi, mudah berusaha, pasti dalam pelayanan, dan kuat dalam kolaborasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *