Gas Dorong Kebiasaan Makan Ikan Sejak Dini untuk Dukung Kualitas SDM Dharmasraya 

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya mendorong inovasi Gerakan Makan Ikan di Sekolah (GAS) sebagai kampanye edukasi untuk membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini, mendukung pencegahan stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya, Hastho Kuncoro, M.Pd., di Pulau Punjung, Selasa (1/9/2026) mengatakan pembangunan sumber daya manusia berkualitas perlu dimulai sejak masa pertumbuhan, salah satunya melalui pembiasaan pola makan sehat dan pemenuhan gizi yang baik.

“Kalau kita berbicara tentang kualitas sumber daya manusia, kita tidak bisa hanya berbicara soal pendidikan. Anak-anak juga membutuhkan asupan gizi yang baik agar pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya dapat berlangsung secara optimal,” kata Hastho didampingi Kabid Perikanan Ns. Selvi Delvia Falinda, S.Kep.

Ia menjelaskan ikan merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang mengandung protein berkualitas serta berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun, menurutnya, tidak semua anak menyukai ikan sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kreatif agar ikan dapat diterima sebagai makanan yang menarik dan menyenangkan.

“Tidak semua anak suka makan ikan. Karena itu, kita perlu pendekatan yang berbeda agar ikan tidak dianggap sebagai makanan yang membosankan. Melalui GAS, anak-anak dikenalkan dengan berbagai olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai dengan selera mereka,” ujarnya.

Hastho mengatakan GAS dilaksanakan melalui edukasi mengenai manfaat ikan, kegiatan makan bersama, serta pengenalan berbagai olahan ikan kepada siswa sehingga anak tidak hanya mengetahui manfaat ikan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengonsumsinya.

“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan makan ikan, tetapi kebiasaan. Kita ingin anak-anak mengenal ikan, menyukainya, kemudian terbiasa mengonsumsinya sebagai bagian dari menu sehari-hari,” katanya.

Menurut Hastho, pembiasaan konsumsi ikan sejak usia sekolah juga menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting karena pemenuhan gizi yang baik selama masa pertumbuhan penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diberikan kepada anak dan keluarga. Kita ingin masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan ikan bisa menjadi salah satu pilihan pangan bergizi,” ujarnya.

Hastho menegaskan GAS merupakan kampanye edukasi, bukan program bantuan, dengan tujuan membangun pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan konsumsi ikan di kalangan anak sekolah.

Ia mengatakan upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga memiliki program unggulan bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus mencegah stunting sejak dini. Program tersebut diberikan secara bertahap sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan.

“Semua program ini saling melengkapi. Ada upaya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kemudian ada edukasi dan pembiasaan makan ikan kepada anak-anak di sekolah. Tujuannya sama, yaitu menyiapkan generasi Dharmasraya yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Hastho.

Ia menilai pembangunan kualitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan karena kesehatan dan kecukupan gizi sejak dini akan menjadi salah satu fondasi bagi kemampuan anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

“Anak-anak yang sekarang kita siapkan adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas yang baik. Ini merupakan investasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Hastho menambahkan GAS juga menjadi bagian dari program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya. Melalui GAS, kampanye Gemarikan diperkuat dengan pendekatan langsung kepada anak-anak di lingkungan sekolah.

Selain mendorong konsumsi ikan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi perikanan kepada generasi muda dan membangun kesadaran bahwa ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat keluarga.

GAS merupakan inovasi yang digagas Elvira Notta, S.Pi., Pengawas Perikanan Ahli Muda pada Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya, dengan mengemas edukasi konsumsi ikan melalui kegiatan yang sederhana, edukatif, dan menyenangkan bagi siswa.

Hastho berharap GAS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin luas sehingga kebiasaan mengonsumsi ikan tumbuh sejak usia sekolah, diteruskan di lingkungan keluarga, serta turut mendukung lahirnya generasi Dharmasraya yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *