MATARAKYAT24, DHARMASRAYA – Menyikapi pemberitaan terkait antrean pasien yang dimuat media nasional, Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan yang terjadi pada Rabu (13/05/2026).
dr. Fitra Neza menjelaskan, pada hari tersebut Ombudsman Republik Indonesia membuka gerai pengaduan di lingkungan rumah sakit sejak pagi hingga sore hari. Tim Ombudsman juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah poliklinik sekitar pukul 09.30 WIB untuk melihat kondisi pelayanan kepada masyarakat.
Terkait belum hadirnya dokter spesialis anak di poliklinik pada saat itu, pihak rumah sakit menerangkan bahwa dokter yang bersangkutan masih melakukan visite pasien di ruang perawatan anak serta di ruang perinatologi yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu.
Sementara itu, dokter di poli kebidanan dan kandungan (Obgyn) saat itu juga sedang melakukan pemeriksaan pasien di IGD PONED sehingga belum dapat hadir tepat waktu di poliklinik.
dr. Fitra Neza menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sepenuhnya karena dokter belum berada di rumah sakit, melainkan sedang melaksanakan tugas pelayanan lain yang juga bersifat prioritas terhadap pasien.
Sedangkan di poli gigi, pihak rumah sakit menyebut dokter sempat meninggalkan ruangan untuk sarapan karena pada saat itu belum terdapat pasien yang datang untuk pemeriksaan.
“Untuk Dokter di Poli Gigi kami sudah memberikan teguran, karena keluar dari Poliklinik tanpa izin dan menyalahi SOP palayanan kita,” tegas Dirut.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ruang rawat inap rumah sakit juga kerap penuh sehingga sejumlah pasien harus dirawat sementara di ruang intermediate dekat IGD. Kondisi tersebut membuat dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) mendahulukan visite pasien rawat inap agar pasien yang sudah memungkinkan untuk dipulangkan dapat segera diproses, sehingga tempat tidur bisa dipersiapkan kembali untuk menerima pasien baru maupun memindahkan pasien dari ruang intermediate.
Pihak rumah sakit juga menyadari bahwa keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi catatan penting dan akan terus dibenahi secara bertahap sesuai kebutuhan rumah sakit yang kini terus berkembang dan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Dharmasraya dan daerah sekitarnya.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami menerima seluruh masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan,” ujar dr. Fitra Neza.
Ia juga meminta dukungan masyarakat terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis. Menurutnya, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, telah beberapa kali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat serta Kementerian Kesehatan guna memperjuangkan tambahan dokter spesialis bagi rumah sakit tersebut.
“Ibu Bupati sudah berupaya maksimal untuk memenuhi kekurangan dokter spesialis ini, termasuk beberapa kali menemui pihak terkait di tingkat pusat dan Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan kebutuhan dokter spesialis segera dapat terpenuhi, agar pelayanan kami kepada masyarakat juga semakin prima,” tukasnya.












