MATARAKYAT24,DHARMASRAYA- Di antara riuh senyum 390 anak yang memadati area Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Sumatera Barat, ada satu sosok mungil yang tatapannya tak henti mengeplak haru. Dialah Rehan.
Di usianya yang sudah menginjak 10 tahun, Rehan belum pernah merasakan dinginnya ubin ruang kelas, wangi buku pelajaran baru, atau bangga mengenakan seragam sekolah. Namun, pada Jumat (31/7/2026), takdirnya berbelok indah. Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 3, Rehan resmi menginjakkan kaki pertama kalinya di bangku sekolah langsung memulainya dari kelas 1 SD.
Momen haru pecah saat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menanyakan cita-cita Rehan di tengah acara. Dengan polos dan penuh percaya diri, Rehan menatap sang Bupati ketika ditanya tentang mimpi besarnya.
“Aku mau jadi TNI, Bu!” ucap Rehan lantang, menyulut rasa haru yang tak mampu disembunyikan oleh orang nomor satu di Dharmasraya tersebut.
Bagi Bupati Annisa, hadirnya sosok seperti Rehan adalah alasan utama dari seluruh peluh dan perjuangan panjangnya selama berbulan-bulan. Lahan di kawasan Pulau Sawah Sungai Kambut yang dua bulan lalu masih hamparan tanah kosong, kini telah disulap menjadi kompleks sekolah megah berasrama senilai Rp244,32 miliar, lengkap dengan fasilitas penunjang modern.
“Alhamdulillah, saya melihat langkah-langkah kecil anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh,” ujar Annisa dengan nada bergetar.
Perjuangan menghadirkan SRT 3 Dharmasraya bukanlah jalan tol. Lintas kementerian harus ditembus mulai dari menyusun proposal hingga larut malam, mengejar penerbangan ke Jakarta demi menemui para pengambil kebijakan di Kementerian Sosial, hingga membereskan urusan alih aset lahan milik Ditjen Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Hasilnya? Sebuah tempat bernaung baru bagi anak-anak dari kelompok keluarga kurang mampu (desil 1 dan desil 2) agar mendapat pendidikan berasrama yang layak dan gratis.
Atas keberhasilan ini, Bupati Annisa turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas lahirnya Program Sekolah Rakyat, serta ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco Rusaemy, Mensos Saifullah Yusuf, Menteri PU Dodi Hanggodo, hingga seluruh pihak yang terlibat.
Acara pembukaan MPLS ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, perwakilan kementerian/lembaga, hingga para orang tua murid yang menyambut masa depan baru anak-anak mereka dengan tangis bahagia.












