Video Viral Terkait Perselisihan Kakak Ipar dan Adik Ipar di Nagari IV Koto Pulau Punjung 

MATARAKYAT24, Dharmasraya – Menanggapi beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan keributan antara seorang wanita (kakak ipar) dengan adik iparnya di Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya pihak keluarga terkait akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Video yang tersebar luas tersebut dinilai hanya menampilkan potongan kejadian tanpa menjelaskan latar belakang dan rentetan masalah yang memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.

Menurut keterangan pihak kakak ipar, keributan ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan puncak dari akumulasi rasa kesal dan kekecewaan yang telah terjadi berulang kali.

Adik kandung dari kakak ipar tersebut, berinisial I, dan istrinya (T), memang sudah berkali-kali pindah kontrakan.

“Adik saya (I) dan istrinya (T) sering pindah-pindah kontrakan tanpa membawa peralatan dapur yang memadai. Menurut keterangan istri adik saya, barang-barang tersebut diduga sudah dijual oleh adik saya sendiri,” terangnya

Karena rasa iba, pihak keluarga (ibu) sempat meminjamkan kompor untuk keperluan memasak mereka sehari-hari. Namun, pihak keluarga merasa dimanfaatkan. Setiap kali I dan T hendak memasak, mereka kerap datang ke rumah orang tua saat rumah dalam kondisi kosong atau saat pemilik rumah sedang bepergian.

Kondisi memuncak ketika pihak keluarga mendapati pintu rumah dicongkel oleh I untuk bisa masuk ke rumah saat penghuni sedang tidak ada di tempat.

Kejadian berulang terjadi hingga barang-barang dapur milik orang tua, justru dibawa pergi tanpa izin.

“Rasanya harga diri kami diinjak-injak. Rumah orang tua kami dimasuki secara paksa, dan barang-barang milik ibu dibawa pergi. Ketika ditanya, adik saya berdalih barang itu sudah tidak bagus, namun kami yakin barang itu dijual kembali,” jelasnya.

Pihak keluarga mengaku sudah memberikan kompor dan saran agar mereka mandiri, termasuk mencari solusi terkait kebutuhan minyak tanah yang selalu dijadikan alasan oleh pihak I dan T. Namun, saran tersebut tidak diindahkan.

“Beralasan miyak tanah susah dicari”

Pada hari Minggu saat kejadian yang terekam dalam video tersebut, kakak ipar mencoba menegur T secara baik-baik agar tidak terus-menerus menjadikan rumah orang tua sebagai tempat memasak dan meminta mereka untuk lebih mandiri.

“Saya melarang dengan halus awalnya. Saya katakan, ‘Kompor sudah dikasih, kalau mau masak, masaklah di rumah sendiri’. Namun, jawaban yang saya terima justru nada membentak dan sikap menantang di rumah orang tua kami sendiri,” tambahnya.

Dalam percakapan tersebut, T sempat menyatakan, “Saya memasak untuk adikmu dan keponakanmu, kalau mau mengusir, sampaikan sama adikmu.” Saat itu, T juga mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian tersebut dengan maksud ditujukan kepada suaminya (I). Namun, video itu justru di posting sehingga tersebar luas menjadi viral di media sosial

Pihak keluarga berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat agar tidak terjadi penggiringan opini yang merugikan nama baik keluarga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *