Proyek Pipa PDAM di Jorong Pasar Lama, Kabupaten Dharmasraya Disorot Warga: Jalan Rusak, Air Tak Mengalir

Oplus_131072

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA –Warga Jorong Pasar Lama, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, meluapkan kekecewaan mendalam terkait proyek pemasangan pipa air bersih PDAM yang dikerjakan sepanjang tahun 2025.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Adinda Maria Prasaktian Abadi dengan CV Buana sebagai konsultan pengawas ini dinilai tidak hanya merusak infrastruktur jalan, namun juga tidak memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

Pantauan di lapangan menunjukkan, proses penggalian bahu hingga badan jalan menggunakan alat berat ekskavator telah menyebabkan kondisi jalan yang dulunya mulus, kini rusak parah, berlubang, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa pengembalian kondisi jalan pasca pengerjaan proyek jauh dari standar.

Bekas galian pipa tidak ditutup dengan pengaspalan yang memadai, melainkan hanya ditutup dengan coran semen seadanya.

“Bekas galian pipa sebagian memang diaspal, tapi hanya sebagian kecil saja. Sisanya hanya dicor semen dengan ketebalan yang sangat minim dan dikerjakan asal-asalan. Baru beberapa bulan, coran semennya sudah hancur dan mengakibatkan lubang di mana-mana,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (28/6/2026).

Selain jalan yang hancur, Warga juga menyoroti aspek keselamatan, terutama di titik persimpangan. Terdapat bagian badan jalan yang digali namun tidak ditimbun kembali dengan benar, sehingga menciptakan jebakan bagi pengendara yang melintas.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena proyek tersebut dinilai sia-sia. Menurut warga, wilayah mereka tidak mengalami krisis air, namun proyek tetap dipaksakan. Ironisnya, setelah jalan rusak akibat penggalian, air PDAM yang dijanjikan justru tidak berfungsi.

“Untuk apa proyek ini kalau di wilayah kami tidak kekurangan air? Yang parahnya lagi, air PDAM-nya juga tidak hidup, hanya sekali saja hidupnya,” tambah warga tersebut dengan nada kesal.

Menanggapi keluhan masyarakat, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor, Budi, melalui pesan WhatsApp pada Minggu (28/6/2026).

Dalam tanggapannya, Budi mengaku sedang berada di Kalimantan dan tidak dapat memberikan keterangan langsung. Ia kemudian mengarahkan awak media untuk menghubungi seseorang bernama Okto, yang disebut sebagai penanggung jawab bagian pemeliharaan proyek.

Saat dimintai klarifikasi, Okto sempat bersikap defensif dan mempertanyakan sumber informasi kontak yang diperoleh awak media. Namun, ia kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai kondisi tersebut.

​”Izin, Pak. Sebelumnya sudah kami perbaiki, cuma pada saat itu banyak kendaraan lalu lalang. Baik, secepatnya akan kami tindak lanjuti, Pak,” ujar Okto.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak kontraktor maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen terhadap kondisi jalan agar akses transportasi masyarakat kembali normal dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *