Matarakyat24.com, Payakumbuh — Pemko Payakumbuh menjadikan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai sarana strategis untuk memperkuat fungsi rumah ibadah sekaligus membangun ketahanan sosial masyarakat.
Komitmen itu ditandai dengan penyaluran hibah senilai Rp1,532 miliar kepada masjid, musala, dan lembaga keagamaan pada 2026.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Forkopimda, serta jajaran Pemko Payakumbuh turun langsung mengunjungi masjid-masjid untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah berbasis nilai religius.
“Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan memperkokoh ketahanan sosial masyarakat,” kata Wako Zulmaeta di Balai Kota, Senin (02/03/2026).

Dalam setiap kunjungan, Zulmaeta menekankan peran strategis masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan moral, serta pembentukan karakter generasi muda.
Ia mendorong pengurus masjid memperluas kegiatan keagamaan dan sosial agar memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
“Masjid harus hidup dengan aktivitas yang membangun akhlak dan kepedulian sosial. Pemerintah hadir mendukung sarana dan prasarana sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Zulmaeta menambahkan, komitmen Pemko Payakumbuh dalam penguatan nilai-nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui dukungan terhadap fasilitas ibadah yang layak dan representatif.
Di tengah suasana Ramadan, Pemko Payakumbuh juga mengangkat isu penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Zulmaeta mengingatkan bahwa ancaman tersebut tidak mengenal batas usia dan latar belakang sosial.
“Kita tidak boleh lengah. Bentengi anak kemenakan kita mulai dari rumah. Narkoba merusak kesehatan, terutama otak, dan pemulihannya sangat sulit ketika sudah kecanduan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, anak-anak juga perlu diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual agar memiliki benteng moral yang kuat.
“Kami berharap selain pendidikan resmi, anak-anak kita juga diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual. Dengan begitu mereka lebih mawas diri dan takut untuk melakukan kesalahan,” ujarnya.
Keterlibatan ninik mamak, alim ulama, serta tokoh masyarakat dinilai penting untuk menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
Selain isu sosial, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mendorong kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Zulmaeta mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah tangga dan menghidupkan kembali budaya gotong royong.
“Kebersihan bagian dari iman. Mari kita mulai dari hal sederhana, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat,” katanya.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertata dan sehat.
Selain itu Pemerintah kota Payakumbuh juga memanfaatkan Safari Ramadan 1447 H sebagai forum dialog terbuka.
Warga menyampaikan aspirasi secara langsung, mulai dari kebutuhan fasilitas keagamaan hingga persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyebut pola komunikasi langsung tersebut membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih responsif.
“Kami mendengar langsung masukan masyarakat, sehingga program pembangunan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi dan harapan warga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh Efrizal menjelaskan, pada 2026 pemerintah kota mengalokasikan Rp1.532.000.000 untuk hibah masjid, musala, dan lembaga keagamaan.
“Rinciannya, Rp682 juta untuk masjid dan musala serta Rp950 juta untuk lembaga keagamaan. Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan syiar agama dan pembinaan umat,” ujarnya.
Sebanyak sembilan masjid menerima hibah dengan nilai antara Rp25 juta hingga Rp150 juta. Selain itu, 12 musala juga memperoleh bantuan dengan nominal Rp12 juta sampai Rp50 juta.
Sebanyak sembilan masjid menerima hibah, antara lain Masjid Al Ihsan Kelurahan Koto Panjang Dalam, Masjid Al Mukarramah Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Masjid Baitul Inabah Kelurahan Padang Karambia.
Kemudian Masjid Baiturrahman Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Masjid Baitussalam Kelurahan Kapalo Koto Dibalai, Masjid Ikhlash Kelurahan Payolansek,
Masjid Makmur Kapalo Koto Ampangan, Masjid Nurul Jannah Tigo Koto Dibaruah, serta Masjid Usang Kelurahan Payobasung.
Selain itu, 12 musala juga menerima dukungan, di antaranya Musala Al Hidayah Kelurahan Koto Panjang, Musala Al Hidayah Kelurahan Limbukan, Musala Assalam Kelurahan Koto Tangah Balai Nan Duo.

Musala Babussalam Kelurahan Padang Karambia, Musala Darul Hikmah Kelurahan Balai Tongah Koto, Musala Darul Hikmah Kelurahan Tigo Koto Diate, Musala Darul Muslim Kelurahan Parik Rantang.
Musala Hidayah Illahi Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Musala Miftahul Jannah Kelurahan Kapalo Koto Ampangan.
Musala Nurul Iman Kelurahan Tiakar, Musala Raihul Jannah Kelurahan Talang, serta Surau Mejan Kelurahan Balai Tongah Koto.
Efrizal berharap dukungan tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat aktivitas pembinaan generasi muda dan kegiatan sosial keagamaan.
Ia menambahkan, safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga instrumen konsolidasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini Bapak Wali Kota dan Wakil Wali kota ingin memperkuat nilai religius sekaligus membangun ketahanan sosial. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter masyarakat agar Payakumbuh semakin religius dan bersih,” pungkasnya.***













