Matarakyat24.com – Kalibrr Indonesia sebagai perusahaan penyedia platform lowongan kerja, bersama Jakpat sebagai platform mobileย survei daring melalui inisiatif Kalibrr Communities, mengungkap adanya gap ekspektasi antara perusahaan dan pencari kerja dalam proses rekrutmen di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan prioritas antara kandidat dan rekruter menjadi salah satu penyebab tingginya tingkatย drop-offย kandidat dalam proses rekrutmen.
Di tengah kondisi pasar kerja yang semakin kompetitif, perusahaan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan kandidat berpengalaman dan memiliki kemampuan spesifik. Persaingan antarperusahaan untuk merebut kandidat berkualitas membuat proses rekrutmen tidak lagi hanya bergantung pada penawaran gaji, tetapi juga pengalaman rekrutmen hinggaย employer brandingi.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas pencari kerja menempatkan lingkungan dan budaya kerja yang lebih baik (54%) serta peluang karier dan pengembangan diri yang lebih jelas (54%) sebagai faktor utama dalam keputusan pindah kerja. Namun di sisi lain, rekruter masih menganggap kenaikan gaji signifikan (62%) sebagai faktor utama yang mendorong kandidat berpindah kerja.
Selain itu, 55% pencari kerja menyebut reputasi perusahaan sangat penting dalam pengambilan keputusan karier, sementara 87% rekruter percayaย employer brandingย sangat memengaruhi ketertarikan kandidat terhadap perusahaan.
โPerusahaan saat ini tidak hanya bersaing soal gaji, tetapi juga soal pengalaman dan kepercayaan. Kandidat semakin kritis dalam menilaiย employer branding, transparansi proses rekrutmen, hingga peluang pengembangan karier yang ditawarkan perusahaan,โ ujar Permata Karina, selaku Head of Commercial di Kalibrr Indonesia.
Studi ini juga menemukan bahwa pengalaman kandidat masih menjadi tantangan utama dalam proses rekrutmen. Sebanyak 60% pencari kerja menilai rekruter kurang memberikan kejelasan terkait jenjang karier sejak awal proses rekrutmen, kemudian 50% menyebut komunikasi selama proses rekrutmen masih kurang transparan.
Sementara itu, di tahap akhir rekrutmen, 46% rekruter mengaku kandidat menolak atau menghilang setelah penawaran kerja diberikan.
Menurut Permata Karina, kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan rekrutmen saat ini bukan hanya soal menemukan kandidat yang tepat, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu membangun proses rekrutmen yang relevan, transparan, dan memberikan pengalaman positif bagi kandidat.
โKetika ekspektasi kandidat tidak dipahami sejak awal, perusahaan berisiko kehilangan kandidat potensial di tengah proses rekrutmen. Karena itu, strategi rerkrutmen saat ini perlu lebih kandidat-sentris dan berbasis data,โ tambahnya.
Melalui studi ini, Kalibrr Indonesia mendorong perusahaan untuk membangun strategi rekrutmen yang lebih efektif, diantaranya melaluiย employer branding, transparansi proses rekrutmen, serta komunikasi karier yang lebih relevan dengan kebutuhan kandidat saat ini.
Sebagai platform rekrutmen berbasis teknologi, Kalibrr Indonesia membantu perusahaan menjangkau kandidat yang lebih tepat sasaran sekaligus membangun pengalaman rekrutmen yang lebih kompetitif di tengah pasar tenaga kerja yang semakin dinamis.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi rekrutmen danย employer brandingย dari Kalibrr Indonesia, kunjungiย www.kalibrr.com/id-ID/employers
About Kalibrr
Kalibrr adalah platform pencarian kerja dan manajemen talenta yang didirikan sejak 2012, lebih dari 1 dekade Kalibrr mengembangkan teknologi perekrutan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan di Asia Tenggara.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES












