PADANG PANJANG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat resmi menggelar pelatihan digital marketing bagi generasi muda di MiFan Waterpark & Resort, Padang Panjang. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 24–26 Mei 2026 ini, dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, pada Miggu (24/5/2026) tepat pukul 11.30 WIB. Pelatihan strategis ini diinisiasi melalui alokasi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, yang disalurkan melalui anggaran Dispora Sumbar dengan melibatkan 90 peserta pemuda utusan dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Dalam upacara pembukaan tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmad Hidayat, serta Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Sumbar, Ilmi. Pelatihan kali ini mengusung tema penting, yaitu “Melalui pelatihan digital marketing kita tingkatkan kemampuan pelaku usaha muda dalam menjangkau pasar yang lebih luas, memperkuat branding, dan meningkatkan penjualan melalui platform digital.” Tema ini dinilai sangat relevan dalam membekali generasi muda menghadapi ketatnya persaingan ekonomi di era modern yang serba digital.
Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa masa depan dan arah kemajuan Sumatera Barat berada sepenuhnya di tangan generasi muda. Beliau menyampaikan bahwa berbicara tentang pemuda hari ini adalah bicara tentang langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045, di mana anak muda berperan sebagai penentu bangsa. Oleh karena itu, Mahyeldi mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan serius, fokus, dan maksimal agar nantinya ilmu yang didapat mampu memperluas serta mempermudah proses penjualan para pelaku usaha di Sumatera Barat melalui ekosistem digital marketing.
Senada dengan Gubernur, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, juga menekankan bahwa adopsi teknologi merupakan kunci utama dalam mempercepat perputaran ekonomi daerah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital yang mampu menembus batas geografis akan memberikan dampak konkret pada peningkatan penghasilan generasi muda, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai affiliator. Nanda secara khusus mengajak para peserta untuk tetap bersemangat dan bijak dalam menggunakan smartphone, terutama dengan mengoptimalkan peran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mendukung produktivitas bisnis mereka.
Langkah ini dinilai sangat tepat mengingat digital marketing atau pemasaran digital merupakan instrumen vital yang memanfaatkan jejaring internet, media sosial, mesin pencari, dan periklanan digital untuk menjangkau target pasar secara spesifik dan terukur. Fungsi utama dari metode ini adalah memperluas jangkauan pasar, menghemat biaya operasional pemasaran, serta membangun identitas merek (branding) yang kuat di mata konsumen. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya ditargetkan untuk memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan praktis untuk mengubah pola pikir dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen yang adaptif terhadap tren pasar global.
Secara makro, masifnya implementasi hasil pelatihan ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Sumatera Barat. Dengan lahirnya para wirausahawan muda digital technopreneur, produk-produk unggulan daerah seperti kuliner, kerajinan, hingga sektor pariwisata Ranah Minang akan semakin mudah dipasarkan secara nasional maupun internasional. Transformasi ini diyakini mampu mendorong akselerasi ekonomi daerah, menekan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru, sekaligus mendorong UMKM di Sumatera Barat untuk naik kelas dan berdaya saing tinggi.












