๐ƒ๐ข๐ฌ๐š๐ค๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ง ๐‘๐ข๐›๐ฎ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง๐ , ๐–๐š๐ ๐ฎ๐› ๐•๐š๐ฌ๐ค๐จ ๐๐š๐ง ๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ข ๐€๐ง๐ง๐ข๐ฌ๐š ๐‹๐š๐ฎ๐ง๐œ๐ก๐ข๐ง๐  ๐๐š๐ ๐š๐ซ๐ข ๐‚๐ซ๐ž๐š๐ญ๐ข๐ฏ๐ž ๐‡๐ฎ๐› ๐’๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ข ๐ƒ๐ฎ๐จ, ๐”๐Œ๐Š๐Œ ๐ƒ๐ข๐๐จ๐ซ๐จ๐ง๐  ๐“๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ฌ ๐๐š๐ฌ๐š๐ซ ๐ƒ๐ข๐ ๐ข๐ญ๐š๐ฅ

MATARAKYAT24, DHARMASRAYA- Ribuan masyarakat memadati Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat malam (30/10/2026), untuk menyaksikan Nagari Creative Hub (NCH) yang dilauching Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani

Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional Jawa dan Minangkabau. Pertunjukan tersebut menggambarkan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nagari Sungai Duo.

Nagari Creative Hub merupakan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang bertujuan membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat nagari melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan potensi ekonomi dan budaya lokal.

Program ini tidak hanya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memasarkan produk, tetapi juga mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, mengembangkan kreativitas, dan memperluas jangkauan pemasaran.

Bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, keberadaan NCH membuka peluang mendapatkan pendampingan dan peningkatan keterampilan, mulai dari pengembangan produk, desain kemasan, branding, promosi, hingga pemanfaatan platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

Melalui pemasaran digital, produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal dan dipasarkan di lingkungan sekitar diharapkan dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Sumatera Barat. Pemasaran secara langsung melalui pasar konvensional juga tetap dipertahankan sehingga keduanya dapat saling melengkapi.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, Nagari Sungai Duo memiliki potensi sosial dan ekonomi yang sangat besar untuk dikembangkan. Hal tersebut didukung perpaduan karakter masyarakat eks transmigran yang dikenal dengan keuletan dan etos kerja, serta masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi kuat dalam perdagangan dan kewirausahaan.

Perpaduan kedua karakter tersebut menjadi modal sosial yang dapat dikembangkan untuk melahirkan kreativitas, inovasi, serta usaha produktif masyarakat.

Menurut Annisa, Nagari Creative Hub bukan sekadar peresmian sebuah program, melainkan momentum membangun pola baru pembangunan nagari yang lebih inovatif, kolaboratif, produktif, dan berbasis potensi lokal.

“Kita ingin nagari tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita ingin nagari mampu menghasilkan produk yang telah diolah, memiliki nilai tambah, memiliki identitas, serta mempunyai daya saing,” ujar Annisa dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai penggerak utama program, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, komunitas kreatif, dan masyarakat.

Di Nagari Sungai Duo, NCH telah dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya panggung kesenian, Lapau Nagari sebagai ruang aktivitas dan pemasaran produk masyarakat, serta Teras Nagari sebagai pusat informasi dan ruang interaksi masyarakat.

Bupati meminta Lapau Nagari benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, sementara Teras Nagari digunakan dalam pengelolaan data dan pemantauan perkembangan program.

Ia berharap Nagari Sungai Duo dapat menjadi contoh praktik baik pengembangan nagari kreatif yang nantinya dapat direplikasi pada nagari-nagari lainnya di Kabupaten Dharmasraya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan, salah satu tujuan utama Nagari Creative Hub adalah mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar produk mereka.

Menurutnya, masyarakat nagari yang sebelumnya hanya menjual produk di lingkungan sekitar harus didorong agar mampu mendapatkan konsumen dari luar daerah melalui berbagai platform digital.

“Masyarakat di desa yang sebelumnya hanya berjualan di lingkungan sekitar, melalui NCH kita dorong agar bisa mendapatkan pasar dari luar Sumatera Barat,” kata Vasko.

Ia menegaskan, pemasaran digital harus berjalan beriringan dengan pasar konvensional yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Betul, kita bantu fasilitasi pemasarannya melalui digital, tanpa melupakan pasar darat atau konvensional. Keduanya kita kombinasikan,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengoptimalkan peran organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam penguatan sumber daya manusia dan membantu akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Melalui Nagari Creative Hub, pemerintah berharap potensi ekonomi, kreativitas, dan budaya masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Nagari tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat inovasi, pengembangan usaha, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *