Matarakyat24, Agam – Warga Nagari Koto Gadang VI, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dinas pemadaman Kebakaran kabupaten Agam dinilai lamban merespon kebakaran yang terjadi di kawasan Suak, Jorong ateh. Pada Kamis (2/4/26).
Atas Insiden tersebut satu orang mengalami luka bakar bernama Ayani (68) di bagian tangan dan kaki akibat kobaran api.
Lalu, satu unit rumah dan dua kendaraan hangus terbakar. Terdiri dari 1 unit Sepeda motor dan satu unit minibus
Masyarakat setempat, meminta kepada pihak terkait untuk mengevaluasi kinerja Damkar tersebut. Untuk tidak terulang kembali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu warga setempat, Diduga Armada Damkar kehabisan BBM (Bahan Bakar Miyak ) ditengah perjalanan hendak menuju lokasi kebakaran.
Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, akan segera melakukan evaluasi sistem dan Armada Satpolpp Damkar Agam, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami akan segera lakukan tindakan dan evaluasi terhadap sistem operasi Dinas Satpolpp Damkar Agam, ucapnya pada Jumat (3/4/26)
Kemudian, Ia mengatakan armada Damkar milik Satpol PP Damkar Agam di wilayah barat ada lima unit dan satu unit kondisi rusak setelah mengalami kecelakaan
Saat kebakaran terjadi, dia telah memberitahukan kejadian kebakaran rumah milik Ayani (64) warga di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya ke Kepala Satpol PP Damkar Agam.
Mendapatkan laporan itu, Satpol PP Damkar Agam menurunkan dua unit armada ke lokasi kebakaran
Namun dalam perjalanan, kendaraan tersebut kehabisan BBM, karena di Lubuk Basung sedang terjadi kelangkaan BBM setelah kontrak salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lubuk Basung habis dengan PT Pertamina semenjak Kamis (26/3).
“Kita telah berkoordinasi dengan pihak SPBU dan PT Pertamina terkait permasalahan tersebut. Sampai saat ini belum mendapatkan perkembangan,” tutupnya












