ISLaMS Luncurkan Buku Penelitian tentang Pemenuhan Hak Anak di Pengadilan Agama dalam Perspektif Kesejahteraan Finansial

matarakyat24.com, Yogyakarta โ€” Institute for the Study of Law and Muslim Society (ISLaMS) bekerja sama dengan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo menggelar peluncuran dan diskusi buku hasil penelitian bertajuk โ€œPemenuhan Hak Anak dalam Norma dan Praktik di Pengadilan Agama: Upaya Memperkuat Perlindungan dalam Perspektif Kesejahteraan Finansialโ€, di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Rabu (21/1). Buku laporan tersebut mengkaji praktik pemenuhan hak anak di lingkungan Pengadilan Agama sekaligus menawarkan analisis kritis dan rekomendasi strategis untuk memperkuat perlindungan anak dari perspektif kesejahteraan finansial.

Kegiatan ini sangat spesial karena kehadiran narasumber dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, yaitu Dr. Lailatul Arofah, Hakim Agung Kamar Agama, Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kehadiran ibu Hakim Agung ini tentu merupakan kekuatan lain dari kegiatan ini. Dengan para peserta yang mayoritas para hakim Pengadilan Agama yang merupakan narasumber-narasumber dalam penelitian ini, keterlibatan Hakim Agung memperkuat pentingnya penelitian dan peluncuran buku hasil penelitian tersebut.

Sebelum diskusi dilakukan, sesi peluncuran dilakukan dengan sajian video buku dan profil para peneliti. Sesi tersebut diikuti dengan sesi penyerahan buku kepada para peserta kegaitan, para hakim, para mediator, pengacara, pimpinan UIN, Pimpinan Kementrian Agama Wilayah Yogya, dan para pimpinan lembaga-lembaga.

Dalam sesi paparan dan diskusi, Hakim Agama Mahkamah Agung RI Dr. H. Lailatul Arofah menilai buku yang dihasilakn mampu menjembatani norma hukum dengan realitas sosial, sekaligus menjadi rujukan penting dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan.
โ€œBuku ini sangat menarik dan komprehensif. Ia menjadi jembatan antara masyarakat dengan norma yang diberlakukan, sehingga mendekatkan fakta di lapangan dengan aturan-aturan yang menjadi acuan hakim di Pengadilan Agama. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi tambahan referensi bagi hakim maupun para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pemenuhan hak-hak anak,โ€ ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ISLaMS atas peluncuran buku tersebut serta berharap riset serupa terus dikembangkan agar pemenuhan hak anak semakin optimal.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi menilai penelitian yang dilakukan ISLaMS sebagai penelitian yang penting.
โ€œISLaMS melakukan kajian yang penting dengan menekankan pada pemenuhan hak anak yang dikemas dengan meelisik realitas dalam praktik melalui pintu pengadilan agama. Pandangan hakim, mediator, maupun advokat yang diteliti menghadirkan temuan menarik, terlebih ketika dikaitkan dengan perspektif kesejahteraan finansial. Akan sangat menarik jika analisa dikaitkan dengan ketentuan hukum dan praktiknya di negara-negara Eropa, seperti Belanda yang lebih maju dalam menerapkan pemenuhan hak anak dan perempuan pascaperceraian,โ€ ujar Noorhaidi.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta Drs. H. Achmad Hanifah menyebut kegiatan ISLaMS ini sangat inspiratif bagi kalangan hakim dan praktisi peradilan.
โ€œAcara ini sangat menarik dan inspiratif, khususnya bagi para hakim, karena topik pemenuhan hak anak dan perempuan di pengadilan masih jarang dibahas secara komprehensif. Narasumber yang dihadirkan pun luar biasa, berasal dari kalangan hakim agung dan akademisi bergelar profesor. Saya berharap forum seperti ini berlanjut dengan tema-tema relevan dan dapat menjadi referensi bagi para hakim dalam memandang perkara maupun menyusun putusan,โ€ katanya.

Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Prof. Mochamad Sodik menutup rangkaian pandangan dengan menekankan dimensi moral dan kemanusiaan dari penelitian tersebut.
โ€œBuku ini sangat menarik, berbicara tentang hak-hak anak dan perempuan. Ini merupakan wujud komitmen, tidak hanya dalam konteks Islam dan kemanusiaan, tetapi lebih dari itu,โ€ katanya.

Direktur ISLaMS Prof. Euis Nurlaelawati menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan proyek jangka panjang yang dirancang selama tiga tahun. Peluncuran kali ini merupakan publikasi hasil riset tahun kedua, setelah sebelumnya di awal 2025 ISLaMS merilis temuan penelitian tahap pertama. Euis menegaskan bahwa fokus penelitian pada tahun kedua ini diarahkan pada dimensi kesejahteraan finansial dalam isu pemenuhan hak anak.
โ€œPenelitian ini dirancang selama tiga tahun, dan peluncuran buku ini merupakan hasil penelitian tahun kedua. Fokusnya pada perspektif kesejahteraan finansial dengan topik yang sama, yakni pemenuhan hak anak dalam norma dan praktik di Pengadilan Agama.โ€ ujar Prof. Euis.

Ia menambahkan bahwa riset tahun kedua dengan persepktif kesejateraan finansial ini menyoroti isu perceraian dan isu yang kerap luput dalam konteks pemenuhan nafkah anak, yaitu isu poligami. โ€œIsu poligami sering dikesampingkan dalam konteks pemenuhan hak anak, padahal anak menjadi bagian penting dalam keluarga dan terdampak ketika poligami terjadi. Ketika dua keluarga terbentuk, anak berpotensi terlupakan hak-haknya. Selain itu, dalam perkara perceraian di pengadilan, anak juga sering diabaikan,โ€ tegasnya.

Acara peluncuran buku laporan penelitian ini dihadiri oleh peserta dari berbagai elemen, hakim, advokat, mediator, para pimpinan dan dosen UIN Sunan Kalijaga, pimpinan dan anggota lembaga keagamaan perempuan, seperti Aisiyah, Fatayat, dan DWP. Acara juga dihadiri para pimpinan dari beberapa lembaga penelitian UIN dan juga oleh para mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *